Perang Tarif Telefon Rp1, Operator Bisa Bangkrut

Perang Tarif Telefon Rp1, Operator Bisa Bangkrut

(Foto: BGR)

JAKARTA - Kompetisi dalam dunia bisnis, termasuk di telekomunikasi, memang terbilang wajar. Namun hal itu sebaiknya dilakukan pada kualitas layanan. Saat ini, operator seluler di Indonesia kembali menggencarkan tarif layanan yang murah.

Indosat Ooredoo misalnya, memberlakukan tarif telefon Rp1 per detik dan Freedom Combo 5.0 yang memungkinkan pelanggan untuk mengakses secara bebas aplikasi seperti WhatsApp, Line, BBM, Path, Twiter, Facebook, Grab dan Go-Jek.

Jika semua operator memberlakukan perang tarif seperti demikian bagaimanakah masa depan bisnis telekomunikasi di Tanah Air? Anggota Masyarakat Telematika (Mastel) Institute Nonot Harsono menilai, hal itu bisa mengakibatkan kebangkrutan bagi operator.

"Mati bareng-bareng, bangkrut bersama-sama. Tergantung masyarakat mau pakai telefon atau tidak, karena pindah ke internet," kata Nonot kepada Okezone, Kamis (18/5/2017).

Ia pun menjelaskan bahwa dalam tarif tersebut operator diperkirakan telah memberikan subsidi sebesar Rp190 per menit secara off-net (lintas operator). Hal itu berdasarkan perhitungan tarif Rp1 per detik (Rp60/menit) dengan tarif interkoneksi saat ini Rp250 per menit.

Sementara untuk biaya on-net (sesama operator) sebesar Rp85 per menit, maka operator telah memberi subsidi Rp275 per menit. "Ini jual rugi," imbuhnya.

"Pasar telko kan pasar kompetisi, di kita suka 'bunuh-bunuhan', ya sudah selamat menikmati. Terserah pemerintah apakah mau menjadi wasit atau mau menjadi penonton," tuturnya.

Sementara itu, Kementeri Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sendiri saat ini sedang merancang aturan tarif data (internet) dan tarif interkoneksi (telfon dan SMS) yang akan menjadi acuan operator seluler dalam memberlakukan tarif layanan.

(kem)
TAG : tele

Baca Juga

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!