Kehidupan di Luar Angkasa dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Kehidupan di Luar Angkasa dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Ilmuwan terus mencari apakah terdapat kehidupan di luar Bumi. Penelitian dilakukan dengan meneliti planet tetangga Bumi seperti Mars dan temuan-temuan exoplanet.

Dalam buku 'Sains berbasis Alquran' karangan Ridwan Abdullah Sani mengungkapkan, kehidupan di luar angkasa bisa terjadi dengan mengacu ke beberapa ayat Alquran.

Surah Al-Isra Ayat 99 menerangkan bahwa Allah berkuasa menciptakan kondisi yang serupa dengan manusia. Keterangan ini perlu dikaitkan dengan Surah Al-Isra Ayat 98 yang menerangkan keraguan manusia tentang hari kebangkitan.

"Dan apakah mereka tidak memerhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan Bumi adalah kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka, dan telah menetapkan waktu yang tertentu bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya? Maka orang-orang zalim itu tidak menghendaki kecuali kekafiran," Surah Al-Isra' Ayat 99.

Keterangan tersebut ditegaskan dalam Surah Yasin Ayat 81 dengan tambahan keterangan bahwa Allah berkuasa, Maha Pencipta, dan Maha Mengetahui. Maha Mengetahui menjelaskan bahwa Allah mengetahui adanya kehidupan di mana saja dan dalam hal ini kehidupan di angkasa luar.

"Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan Bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui," bunyi Surah Yasin Ayat 81.

Perhatikan bahwa Surah Ar-Ra'd Ayat 15 menerangkan bahwa segala yang di langit dan di Bumi sujud kepada Allah. Pernyataan pada ayat tersebut menyebut kata ‘man’ yang tidak berlaku untuk hewan, namun berlaku untuk manusia, malaikat, jin, dan setan.

Namun, setan, jin, dan malaikat tidak memiliki bayang-bayang sehingga dapat dikatakan bahwa ada makhluk lain seperti manusia yang ada di langit yang juga sujud kepada Allah.

"Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di Bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayangnya di waktu pagi dan petang hari," bunyi Surah Ar-Ra’d Ayat 15.

Keturunan Nabi Adam menghuni Bumi dalam kurun waktu yang telah ditentukan, yakni sampai terjadinya kiamat. Ketika terjadinya kiamat, semua makhluk yang ada di langit dan Bumi akan terkejut.

Termasuk yang berada di langit adalah makhluk yang berada dalam pesawat antariksa atau yang menghuni planet lain yang dapat dijadikan tempat hidup.

(ahl)

Baca Juga

Benarkah Enceladus Bisa Ditempati Manusia?

Benarkah Enceladus Bisa Ditempati Manusia?