TOP TECHNO: Stephen Hawking Munculkan Teori Baru Big Bang

TOP TECHNO: Stephen Hawking Munculkan Teori Baru Big Bang

Stephen Hawking (Foto: Reuters)

CALIFORNIA - Stephen Hawking, ilmuwan kontroversial asal Inggris, dan sejumlah ilmuwan mengungkap sebuah teori baru mengenai penciptaan alam semesta atau biasa dikenal Big Bang.

Dilansir Techtimes, tiga fisikawan yakni Paul J Steinhardt, Anna Ijjas, dan Abraham Loeb mengajukan teori yang mengklaim bahwa Big Bounce menawarkan penjelasan lebih baik tentang asal usul alam semesta ketimbang Big Bang.

Teori inflasi dan big bounce ialah teori yang diklaim mampu menjelaskan asal usul kosmos. Hawking dan ilmuwan lainnya percaya pada teori inflasi yang menggambarkan perluasan alam semesta yang cepat mengikuti Big Bang. Tiga fisikawan menentang teori bahwa alam semesta terus berkembang.

Mereka beralasan bahwa data terbaru dari latar belakang gelombang mikro kosmik (CMB), yakni cahaya dipancarkan setelah Big Bang. Sehingga, ini menciptakan perhatian tentang teori inflasi.

Data CMB yang menjadi rujukan mereka dipetakan oleh Planck, observatorium luar angkasa milik European Space Agency dan diumumkan pada 2013. Ini mengungkapkan bagaimana kosmos berkembang sangat cepat sebelum menetap dan menjadi alam semesta yang sekarang dikenal manusia.

Bagi banyak ahli, temuan tersebut mendukung model yang terkait dengan teori inflasi. Kendati demikian, ilmuwan masih memerlukan data yang lebih akurat dan lebih banyak bukti untuk menunjukkan bahwa Big Bang dan teori inflasi tidak cukup menjelaskan bagaimana alam semesta dimulai.

Ilmuwan juga mengklaim permulaan kosmos bisa lebih dijelaskan oleh teori Big Bounce yang mengusulkan bahwa alam semesta bekerja dalam sebuah siklus. Idenya ialah bahwa alam semesta bisa berkembang, namun mungkin mulai berkontraksi begitu energinya habis. Ketika menjadi terlalu kecil, alam semesta akan mulai berkembang lagi.

(kem)
TAG : TOP

Baca Juga

Fenomena Equinox Akan Terjadi di Sumbar, Matahari Melintas Tepat di Garis Khatulistiwa

Fenomena Equinox Akan Terjadi di Sumbar, Matahari Melintas Tepat di Garis Khatulistiwa