Ini Alasan yang Bikin Operator Beri Tarif Murah

Ini Alasan yang Bikin Operator Beri Tarif Murah

Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Operator seluler di Indonesia kembali menggencarkan tarif layanan yang murah. Namun hal ini perlu diperhatikan untuk kelangsungan usaha operator di masa yang akan datang.

"Industri seluler ini ada anomali. Operator yang menjadi pusat ekosistem, kondisinya berdarah-darah, hanya ada satu yang stabil kinerja keuangannya," kata Sekjen Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) yang juga Wakil Direktur Utama Tri Indonesia M. Danny Buldansyah saat diskusi media di Forum Lingkar Kuningan di kawasan Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Apakah alasan operator gemar memberi tarif murah kepada pelanggan? Menurut Danny, penetapan tarif tak dilandasi cost margin, melainkan berbasis kondisi pasar, akhirnya yang dikorbankan ialah profit dan sustainability dari bisnis.

Namun, jika operator bisa menjaga net profit sebesar 10% dari pendapatan usaha (Top Line) itu dianggapnya sudah baik. "Karena harga relative terhadap income," tambahnya.

"Masalahnya banyak operator melakukan kesalahan dengan cenderung memberikan gratis ke pelanggan tanpa edukasi. Konsekuensinya, ketika mencoba menyehatkan tarif itu menjadi berat, karena ada pemain lain melakukan hal sama (memberikan gratis),” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Indonesia ICT Institute Heru Sutadi menilai sewajarnya margin yang diambil operator di kisaran 35% hingga 50%.

“Formulasi tarif yang dibuat regulator itu untuk memberi keleluasaan bagi operator dalam berkompetisi, sekaligus juga mencegah operator menerapkan tarif yang terlalu rendah. Artinya sudah diberikan keleluasaan, jangan terlalu besarlah ambil untungnya,” pungkasnya.

(ahl)

Baca Juga

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!