Lelang Frekuensi 2,1 GHz & 2,3 GHz, Mana yang Menguntungkan?

Lelang Frekuensi 2,1 GHz & 2,3 GHz, Mana yang Menguntungkan?

CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli (Foto: dok Okezone)

JAKARTA - Akhir Juni ini, pemerintah akan memulai proses lelang frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz, manakah dari kedua frekuensi ini yang paling menguntungkan?

CEO Indosat Ooredoo Alexander Rusli mengatakan, jika boleh memilih perusahaannya lebih menginginkan frekuensi 2,1 GHz.

"Jika boleh memilih, kita ingin yang di frekuensi 2,1 Ghz, namun kita tidak menutup kemungkinan tetap akan menerima jika mendapatkan frekuensi 2,3 GHz," kata Alexander Rusli di kantornya.

Alex menjelaskan, dengan mendapatkan frekuensi 2,1 GHz Indosat Ooredoo tidak perlu mengeluarkan investasi untuk infrastruktur.

"Kalau (dapat) 2,3 Ghz kita harus mengeluarkan infrasturktur lebih mahal. Kita tidak punya antena untuk frekuensi 2,3 GHz dan teknologi lainnya. Jadi kalau mendapatkan frekuensi 2,3 GHz ya kita harus menambah investasi lagi," tegasnya.

Sebelumnya, Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informasi tentang lelang frekuensi menjelaskan jika lelang harus ditunda hingga Juni 2017. Hal tersebut merupakan penundaan kesekian kali setelah sempat molor pada akhir Mei dari rencana awalnya Maret 2017.

Pengamat multimedia Heru Sutadi menilai, penundaan lelang frekuensi tersebut akan memberikan dampak kepada operator telekomunikasi. Sejumlah proyek yang akan digarap di frekuensi dan rencana jangka pendek maupun panjang perusahaan operator pun akan terhambat.

(kem)

Baca Juga

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih