Soal Lelang Frekuensi, Menkominfo: Frekuensi 2,1 GHz Bakal Dilakukan Refarming

Soal Lelang Frekuensi, Menkominfo: Frekuensi 2,1 GHz Bakal Dilakukan Refarming

Menkominfo Rudiantara (Foto: Ahmad Luthfi/Okezone)

JAKARTA - Lelang frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz masih tertunda akibat rancangan peraturan menteri (permen) yang baru akan dikeluarkan pada akhir Juni. Usai lelang nanti, akan dilakukan refarming pada frekuensi 2,1 GHz.

"Setelah pelaksanaan lelang, ada yang perlu refarming dan ada yang enggak. Kalau 2,3 GHz kayanya enggak perlu refarming, tetapi 2,1 GHz yang refarming," kata Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara di Jakarta, Rabu 14 Juni.

Beberapa pihak mendesak agar proses lelang ini bisa dipercepat, sehingga bisa segera dirasakan manfaatnya untuk konsumen. Menurut pengamat multimedia Heru Sutadi, Kominfo tentunya mengetahui bagaimana dampak yang akan diderita operator telekomunikasi jika permen lelang molor.

Molornya permen lelang frekuensi secara tidak langsung berdampak pada perluasan kapasitas layanan data 3G salah satu operator, Tri Indonesia. Padahal, frekuensi 2,1 GHz bisa menjadi solusi terkait capacity issue.

Bagi Indosat Ooredoo, molornya permen lelang berdampak terhadap rencana perusahaan. Investasi yang sebelumnya telah dicanangkan oleh Indosat Ooredoo terpaksa ditunda karena hal tersebut.

Sementara itu, molornya permen lelang frekuensi tak berdampak begitu signifikan bagi XL Axiata. Meskipun demikian, XL mengharapkan lelang frekuensi berlangsung sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Telkomsel juga berharap proses lelang frekuensi ini bisa lebih cepat dilaksanakan. "Yang pasti lebih cepat lebih bagus, kan daripada spektrum enggak terpakai mending dipakai," ujar Direktur Utama Telkomsel, Ririek Adriansyah.

(ahl)

Baca Juga

Kominfo Pantau Kesiapan Jaringan Kunjungi NOC Operator

Kominfo Pantau Kesiapan Jaringan Kunjungi NOC Operator