Ini Kata Astronom soal Misteri 'Wow! Signal'

Ini Kata Astronom soal Misteri 'Wow! Signal'

(Foto: The Ohio State University Radio Observatory)

CALIFORNIA - Serangkaian sinyal berlangsung selama 72 detik dari rasi Sagitarius tertangkap oleh Jerry R Ehman pada saat bekerja sebagai astronom di teleskop radio SETI’s Big Ear di Ohio University pada Agustus 1977.

Ehman sangat terkejut dengan apa yang ia dapatkan sehingga ia menulis ‘Wow!’ di sebelah sinyal pada selembar kertas yang kemudian dikenal sejak saat itu.

Pekan lalu, astronom Antonio Paris dari St Petersburg College mengumumkan bahwa ia yakin telah menyelesaikan kasus ini, menghubungkannya dengan dua komet, 266P/Christensen dan P/2008 Y2, yang mengeluarkan emisi hidrogen mencapai frekuensi 1,420 Mhz.

Menurut data yang dianalisis oleh Prof Paris dari NASA, dua komet melewati Bumi pada hari yang sama di Agustus 1977. Namun, pakar lain telah membantah klaim tersebut, termasuk penemuan dari ‘Wow! Signal’.

Ehman mengatakan bahwa teleskop Big Ear memiliki dua ‘feed horns’ yang akan menangkap dua sinyal berbeda jika itu adalah dua komet. Namun ia hanya mencatat satu.

"Kita seharusnya sudah melihat sumbernya datang dua kali dalam waktu sekira tiga menit, satu respons bertahan 72 detik dan respons kedua selama 72 detik menyusul dalam waktu sekira satu setengah menit," katanya kepada Live Science.

Dia menambahkan bahwa sinyal terputus segera, tapi sebuah komet tak bisa lepas dari teleskop dengan sangat cepat. Seth Shostak, astronom senior di SETI juga percaya bahwa itu bukan sebuah komet.

"Saya tak mengetahui adanya deteksi garis 21 cm netral hidrogen dari komet dan saat saya mempelajari galaksi di garis hidrogen netral mungkin saya pernah mendengarnya," katanya kepada Astronomy Now yang dilaporkan dari Express.co.uk, Jumat (16/6/2017).

Namun, Prof Paris berpegangan pada senjatanya, "Para astronom belum mendeteksi emisi hidrogen dari komet karena belum banyak penelitian secara spesifik mengenai masalah ini."

"Meskipun ada beberapa penelitian, saya menduga kita adalah orang pertama yang membangun teleskop sepuluh meter untuk secara khusus melihat jenis bodi Solar System," lanjutnya

(din)

Baca Juga

Luar Biasa! Pesawat Juno Milik NASA Tangkap Badai Terbesar di Tata Surya

Luar Biasa! Pesawat Juno Milik NASA Tangkap Badai Terbesar di Tata Surya