Ilmuwan China Berhasil Bikin Jaringan Satelit Kuantum Pertama

Ilmuwan China Berhasil Bikin Jaringan Satelit Kuantum Pertama

(Foto: Reuters)

BEIJING  - Dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Science, para peliti dari Chinese Academy of Sciences mengumumkan satelit tersebut berhasil mendistribusikan foton terjerat di antara tiga base station terestrial berbeda, yang dipisahkan sejauh 1.200 kilometer di tanah.

Hasilnya, keterikatan terpanjang yang pernah ditunjukkan dan yang pertama membentang di antara Bumi dan luar angkasa. Peneliti mengatakan sistem membuka jalan baru untuk komunikasi kuantum praktis dan eksperimen kuantum optik dasar pada jarak yang sebelumnya tak bisa diakses di tanah.

Diluncurkan pada Agustus, setelit menggunakan kristal untuk menghasilkan pasangan foton terjerat di orbit. Foton kemudian dikirim ke base stasiun di China, menempuh jarak 2.400 km melalui luar angkasa.

Secara teori, foto terjerat bisa tetap terhubung ke segala jarak, namun secara praktis seringkali sulit untuk mendistribusikan pasangan foton tanpa mengganggu keterikatan. Jika keterikatan bisa dipertahankan, hasilnya adalah saluran komunikasi yang secara efektif tak mungkin dicegah.

Aplikasi yang paling sederhana adalah jaringan distribusi kuantum utama dengan menggunakan jaringan untuk mendistribusikan kunci itu akan mudah dideteksi karena tak mungkin mengamati foton dalam transit tanpa mengubahnya.

Jaringan kuantum telah menunjukkan harapan pada jaringan serat terrestrial yaitu ketika peralatan perutean khusus dapat melakukan trik yang sama dengan kabel serat optik konvensional.

Jaringan pertama adalah koneksi yang didanai DARPA yang didirikan pada tahun 2003 antara Harvard, Boston University, dan laboratorium pribadi. Pada tahun-tahun sebelumnya, sejumlah perusahaan telah mencoba membangun koneksi yang lebih ambisius.

Perusahaan Swiss ID Quantique telah memetakan jaringan kuantum yang akan menghubungkan banyak pusat data terbesar di Amerika Utara; Di China, sebuah tim terpisah bekerja pada hubungan kuantum 2.000 kilometer antara Beijing dan Shanghai, yang akan mengandalkan serat untuk menjangkau jarak yang lebih jauh daripada jalur satelit. Namun, sifat serat membatasi batas seberapa jauh foton bisa melakukan perjalanan.

Menurut ID Quantique, tautan satelit yang andal bisa menghubungkan jaringan serat yang ada ke dalam jaringan kuantum tunggal yang mencakup keseluruhan. Demikian seperti The Verge, Jumat (16/6/2017).

(din)

Baca Juga

Astronom Temukan Bintang Selain Matahari di Tata Surya

Astronom Temukan Bintang Selain Matahari di Tata Surya