Techno of The Week: Peran Komet Terkait dengan Kehidupan Awal Bumi

Techno of The Week: Peran Komet Terkait dengan Kehidupan Awal Bumi

(Foto: ESA)

CALIFORNIA - Tanpa disadari, komet ternyata memiliki andil penting terhadap kehidupan di Bumi. Pentingnya peran komet tersebut diungkapkan dalam studi terbaru.

Sebuah studi baru menunjukkan bahwa sekira 20% xenon gas mulia di atmosfer Bumi telah diantarkan oleh komet sejak lama. Kata peneliti, benda langit yang terbentuk dari es dan debu ini juga membawa banyak hal lain ke Bumi.

"Sumbangan komet bisa sangat penting untuk bahan organik, terutama bahan prebiotik dan bisa berkontribusi membentuk buaian kehidupan di Bumi," kata pemimpin penelitian Bernard Marty, seorang ahli geologikimia di Universitas Lorraine dan Center de Recherches Pétrographiques et Géochimiques di Prancis.

Marty dan rekan-rekannya mempelajari pengukuran yang dilakukan oleh pesawat luar angkasa milik European Space Agency's (ESA) Rosetta yang mengorbit Comet 67P/Churyumov-Gerasimenko dari Agustus 2014 hingga September 2016.

Secara khusus, mereka menganalisis data xenon-isotop yang dikumpulkan Rosetta pada serangkaian orbit rendah ketinggian Komet 67P antara 14 Mei dan 31 Mei 2016. Pengamatan Rosetta mengungkapkan bahwa 67P kekurangan berat xenon.

Selanjutnya, tim menemukan bahwa komposisi isotop xenon komet cocok dengan tanda xenon Bumi yang awalnya merupakan misteri. "Temuan ini menetapkan untuk pertama kalinya hubungan genetik antara komet dan atmosfer Bumi," kata Marty kepada Space, Sabtu (17/6/2017).

"Hubungan ini tidak hanya bersifat kualitatif tapi juga kuantitatif, karena memungkinkan kita menguraikan xenon berapa proporsi Xe komet yang ditambahkan ke Bumi relatif terhadap sinar asteroid (meteorit) Xe," lanjutnya.

Dalam studi terbaru para peneliti melaporkan Proporsi itu 22% cometary, plus atau minus 5% dengan asteroid memberikan sisanya. Para ilmuwan menganggap asteroid memberikan sebagian besar air di lautan di Bumi dan batuan antariksa ini dianggap sebagai pemasok utama "volatil" planet lainnya.

Kesimpulan ini, kata Marty, sebagian diambil dari kesamaan isotop hidrogen, nitrogen, dan bahan lainnya di Bumi dengan asteroid tertentu yang dikenal sebagai chondrites berkarbon, sebagaimana diukur dalam sampel meteorit.

(din)

Baca Juga

Astronom Temukan Bintang Selain Matahari di Tata Surya

Astronom Temukan Bintang Selain Matahari di Tata Surya