NASA Canangkan Misi ke Uranus dan Neptunus pada 2030

NASA Canangkan Misi ke Uranus dan Neptunus pada 2030

(Foto: NASA)

JAKARTA – Planet Uranus dan Neptunus tak pernah mendapat banyak perhatian dari manusia. Namun, hal ini tampaknya akan berubah seiring dengan sekelompok dari NASA yang kini tengah mencanangkan misi ke ke Uranus dan Neptunus untuk mengumpulkan data komposisi dari keduanya.

Dilansir New Scientist, Minggu (18/6/2017), misi ini juga akan mengajarkan manusia tentang kehidupan planet lainnya di tata surya.

“Misi yang diutamakan adalah pengorbit dengan probe atmosfer untuk Uranus dan Neptunus. Ini memberikan nilai sains tertingi dan memungkinkan studi mendalam tentang semua aspek sistem planet, cincin, satelit atmosfer, magnetosfer,” kata Amy Simon, Ketua kelompok Ice Giants Pre-Decadal Study.

Ada empat misi yang diusulkan, tiga orbiter dan fly-by Uranus, yang mencakup kamera sudut untuk menarik rincian, terutama bulan es raksasa. Ini juga akan sekaligus menyelidiki atmosfer untuk menyelam ke atmosfer Uranus untuk mengukur kadar gas dan elemen berat di sana.

Tujuan lainnya termasuk mempelajari bidang energi, cuaca, dan iklim, studi mendalam tentang bulan, dan mencari tahu lebih banyak tentang komposisi dan pembentukan sistem cincin yang mengorbit Neptunus dan Uranus seperti cincin Saturnus. Misi Neptunus juga akan berfokus pada bulan terbesar Triton, objek sabuk Kuiper yang mungkin tertangkap dengan geyser dan atmosfer yang lemah.


“Dibanding dengan Neptunus, Uranus memiliki sistem satelit yang lebih besar yang mungkin terbentuk di cakram sekitar planet ini (seperti sistem satelit Jupiter dan Saturnus) yang sangat membantu untuk ilmu pengetahuan planet komparatif, dan saya senang untuk lebih memahami keragaman dunia kecil ini,” Kata Jonathan Fortney di University of California, Santa Cruz yang memilih gagasan misi Uranus.

Ada beberapa rintangan untuk misi ini. Perjalanan akan memakan waktu setidaknya 14 tahun dan perlu menggunakan tenaga nuklir. Jika rencana ini lancar, misi Uranus akan diluncurkan pada 2034.

"Untuk Uranus, meskipun frekuensi tanggal peluncuran yang baik jatuh setelah 2034, masih ada peluang bagus sampai tahun 2036. Namun, untuk Neptunus, setelah tahun 2030 cukup tandus, karena kurangnya gravitasi Jupiter, selama 12 tahun lagi, sekitar 2041 atau lebih," kata Mark Hofstadter di Laboratorium Propulsi Jet NASA.

(kem)

Baca Juga

Yuk, Intip Proses Terjadinya Gerhana Matahari dari Luar Angkasa

Yuk, Intip Proses Terjadinya Gerhana Matahari dari Luar Angkasa