Mampu Sentuh Objek Virtual, Teknologi Ini Ancam Gantikan Smartphone

Mampu Sentuh Objek Virtual, Teknologi Ini Ancam Gantikan Smartphone

(Foto: Avagant)

JAKARTA – Sebuah prototipe headset baru tengah dikembangkan oleh Avegant, sebuah startup yang berbasis di Silicon Valley. Headset ini memungkinkan penggunanya untuk menyentuh dan berinteraksi dengan objek virtual.

“Fakta bahwa secara naluriah saya bereaksi terhadap objek virtual hanya beberapa sentimeter dari pandangan saya adalah keuntungan terbesar teknologi baru Avagant,” kata CTO Avagant, Edward Tang, kepada Business Insider.

“Menampilkan gambar tajam dan fokus jauh adalah sesuatu yang tak bisa dilakukan oleh Microsoft Hololens,” katanya yang menyebutkan teknologi itu ‘light field’.

“Dengan teknologi light field, kita akhirnya berada di luar batas untuk apa yang cukup baik bagi pengalaman massal,” kata Tang.

Dia melihat tampilan baru Avegant sebagai bagian penting dari teknologi yang pada suatu hari nanti akan memungkinkan kacamata pintar menggantikan ponsel dan layar lainnya. Menjadi kenyataan bahwa teknologi membangun kemampuan untuk mengintegrasikan grafis komputer dan internet dengan dunia nyata.

Tang menunjuk iPhonenya seraya mengatakan “Ini bukan akhir dari komputasi. Tahap berikutnya adalah sesuatu yang bisa dipakai, jadi kami tahu harus mengarah kesana,” ujarnya.

“Idealnya, Anda menginginkan tampilan yang bisa Anda pakai seperti topi atau kacamata,” imbuhnya.

Namun Avegant tak akan menjual headset AR-nya sendiri, seperti disampaikan oleh CEO Joerg Tewes. Sebagai gantinya, ia akan melisensikan teknologinya dan bekerja dengan produsen PC untuk mengintegrasikan layar menjadi sebuah produk di tahun depan.

“Kami membuat keputusan untuk difokuskan menjadi penyedia teknologi dibanding menjadi perusahaan yang menjual produk ke end user,” kata Tewes.

“Kami secara aktif berupaya membawa teknologi itu ke pasar secepat mungkin. Kami benar-benar berada di negara bagian sekarang, dimana teknologi kami elemen yang Anda lihat, semuanya bisa diproduksi dan kami melihat diri kami sebagai penggerak pertama di lapangan yang terang,” ujarnya.

Dialnsir Business Insider, Selasa (20/6/2017), dalam sebuah demo, insinyur dari prototipe headset ini menghubungkannya dengan beberapa kabel ke PC gaming, walaupun Tang mengatakan pada akhirnya dapat didukung oleh chip yang sama dengan yang digunakan smartphone. Ada juga sedikit penyesuaian manual sehingga headset sejajar dengan mata dan ruangan disambungkan dengan sensor eksternal untuk mendeteksi perpindahan penggunanya.

Begitu terpasang, gambar yang tampil terang, jernih, dan tajam bahkan tanpa pixel yang tampak jelas. Kualitas gambarnya bahkan diklaim lebih baik ketimbang Hololens.

Sebagian besar demo menggunakan gambar dan konten yang tersedia dari Unity, sebuah software yang banyak mengembangkan game. Avegant mengatakan bahwa mudah untuk menyatukan konten Unity agar bekerja pada tampilannya.

"Kami memiliki plugin bidang rendering custom yang dirancang untuk mesin yang berbeda, jadi kami menggunakannya untuk membuat bidang cahaya secara real-time dan mengirimkannya ke headset," kata Tang.

(kem)

Baca Juga

Mengenal Fitur Asisten Digital Bixby Pesaing Siri dan Google Assistant

Mengenal Fitur Asisten Digital Bixby Pesaing Siri dan Google Assistant