88 Ribu Tweet Bantu Peneliti Temukan Kebutuhan Orang dalam Keadaan Darurat

88 Ribu Tweet Bantu Peneliti Temukan Kebutuhan Orang dalam Keadaan Darurat

(Foto: Phys)

JAKARTA – Analis meneliti hampir 70.000 tweet yang dikirim oleh pengungsi yang melarikan diri dari kebakaran Fort McMurray. Analisis tersebut menunjukkan kekhawatiran utama dalam krisis yang tak terjawab oleh aplikasi darurat smartphone saat ini, membuat warga bingung saat panik.

Setelah mempelajari pertanyaan dan kekhawatiran yang berulang kali diungkapkan di Twitter selama evakuasi pada Mei 2017 terhadap 88.000 orang dari kota yang terancam kebakaran, insinyur software di University of Calgary menentukan kebutuhan dan pertanyaan paling mendesak yang gagal disesuaikan dengan fitur yang diberikan smartphone. Sebuah perhatian serius saat internet kini menjadi sumber informasi.

“Hasil kami menunjukkan bahwa aplikasi yang saat ini tersedia bagi orang-orang yang membutuhkan kekurangan fitur yang relevan dan berguna,” jelas Maleknaz Nayebi, peneliti utama dan kandidat PhD di Schulich School of Engineering.

“Kami menemukan bahwa hingga 80% fitur yang dicari pengguna tidak terakomodasi saat ini. Ada 26 aplikasi untuk kebakaran hutan di Amerika Utara dan Australia misalnya, namun tak memiliki fitur yang diinginkan orang,” katanya.

Studi yang dipublikasikan secara online melalui Konferensi Internasional 397 IEEE / ACM ke-39 tentang Rekayasa Perangkat Lunak, bertujuan untuk membekali pengembang software masa depan dengan perasaan yang lebih baik tentang apa yang benar-benar dibutuhkan orang dalam suatu krisis, apakah bencana alam seperti kebakaran atau banjir, atau ulah manusia, seperti tindakan teror.

Memastikan korban mendapatkan informasi yang benar melalui smartphone mereka, saat kewalahan dan orang-orang panik dan putus asa, menjadi poin yang penting seperti yang dicatat oleh penelitian ini, ‘Media sosial menjadi sistem penyiaran darurat tidak resmi’.


Untuk menentukan apa yang benar-benar diinginkan orang selama kebakaran Fort McMurray, tim merancang sebuah program yang disebut MAPFEAT (Mining APp FEAtures from Tweets) untuk menyisir 69.680 tweet unik dari tanggal 2- 7 Mei 2016 dan kemudian mencocokkan kueri yang paling sering diulang dengan software aplikasi mobile yang ada.

MAPFEAT menunjukkan kepada para peneliti bahwa informasi dan layanan yang paling diminati pada puncak kebakaran Fort McMurray tidak tersedia, bahkan melalui aplikasi yang dirancang khusus untuk memberikan informasi selama kebakaran hutan dan bencana lainnya.

10 fitur teratas yang paling banyak membantu pengungsi, berdasarkan analisis MAPFEAT dan studi lanjutan dengan masyarakat umum mencakup aplikasi berikut, seperti dilansir Phys, Rabu (21/6/2017).

-          Pemberitahuan alarm kebakaran

-          Permintaan dan sumber daya makanan dan air

-          Layanan perawatan darurat

-          Kirim pesan teks darurat

-          Pedoman keselamatan

-          Peringatan api dan keamanan

-          Permintaan ambulans dalam tap aplikasi

-          Menemukan SPBU terdekat

-          Peta zona darurat

-          Menemukan pusat kesehatan

(kem)

Baca Juga

Yuk, Intip Keindahan 4 Kota Tertua di Dunia

Yuk, Intip Keindahan 4 Kota Tertua di Dunia