Hati-Hati, Ini Alasan Telegram Digemari Teroris

Hati-Hati, Ini Alasan Telegram Digemari Teroris

(Ilustrasi: Reuters)

KITTITIAN – Telegram merupakan aplikasi berkirim pesan yang diklaim memiliki keamanan lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi sejenis. Aplikasi ini dibuat sejak 2013 silam oleh dua bersaudara asal Rusia, Pavel Durov dan Nicolay Durov.

Kisah mantan agen NSA Edward Snowden adalah inspirasi bagi Durov bersaudara dalam menciptakan aplikasi Telegram.Kisah yang mendorong mereka menciptakan layanan Telegram yang diklaim sangat aman.

Telegram mengklaim bahwa daya tarik aplikasinya adalah pengguna bisa mengirim pesan terenkripsi yang akan sangat sulit untuk ditembus. Fitur tersebut hadir di Telegram dan disebut sebagai Secret Chat dan menggunakan enkripsi end-to-end, yang tidak akan meninggalkan jejak di server Telegram, mendukung pesan yang dapat self-destructing dan tidak bisa diteruskan.

Di atas semua itu, fitur secret chat tidak termasuk bagian dari cloud Telegram dan hanya dapat diakses dari perangkat yang menggunakan aplikasi tersebut.Fitur yang diberikan Telegram inilah yang tampak membuatnya menjadi aplikasi berkirim pesan favorit bagi para teroris karena dirasa sangat aman.

Seperti diketahui, ISIS mengklaim bertanggungjawab pada serangan dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Twitter dan Telegram oleh media, Amaq.Serangan itu ditargetkan pada pusat Baghdad, Irak yang terjadi pada akhir Mei 2017.

Selain Telegram, Teroris juga menyukai layanan email besutan Google sebagai media komunikasi mereka. Demikian dikutip CNN, Kamis (29/6/2017).

(kem)

Baca Juga

Netizen Antusias Sambut Minho 'SHINee', Hashtag #IndonesianTVAwards2017 Jadi Trending Topic

Netizen Antusias Sambut Minho 'SHINee', Hashtag #IndonesianTVAwards2017 Jadi Trending Topic