Benda Angkasa Bergerak Melengkung dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Benda Angkasa Bergerak Melengkung dalam Penjelasan Alquran dan Sains

Ilustrasi (Foto: Reuters)

JAKARTA - Studi-studi ilmiah modern telah membuktikan bahwa pergerakan benda-benda langit tidak mungkin dalam lintasan lurus, melainkan pasti bengkok dan melengkung. Hal ini dipaparkan dalam buku 'Sains dalam Alquran' yang ditulis Nadiah Thayyarah.

Setiap benda yang memiliki materi, sebesar apa pun massanya, tidak mungkin bisa bergerak di alam semesta selain dalam garis melengkung.

Sudah menjadi kebenaran ilmiah bahwa setiap benda angkasa yang bergerak di angkasa, dikontrol oleh kekuatan gravitasi dan kekuatan kontragravitasi. Hal inilah yang oleh Alquran dinamakan al-uruj. Al-uruj berarti naik dan keluar dari garis lurus atau berjalan dalam lintasan melengkung.

Apabila manusia tidak mengetahui pergerakan benda-benda langit di angkasa, tentu manusia tidak mampu meluncurkan satelit dan tidak pula menjelajahi antariksa.

Pergerakan setiap benda padat dari Bumi ke langit harus dalam lintasan melengkung karena benda tersebut dipengaruhi oleh kekuatan gravitasi Bumi dan kekuatan kontragravitasi yang menarik benda itu ke langit.

Jika dua kekuatan yang saling bertolak belakang itu berimbang, benda tersebut akan terdorong untuk berputar mengelilingi Bumi dengan kecepatan horizontal atau yang dikenal dengan istilah kecepatan sudut (angular velocity).

Alquran telah menggambarkan naiknya benda-benda padat ke langit dalam beberapa tempat.

"Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang ke luar daripadanya, apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah Yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun," bunyi Surah Saba’ Ayat 2.

"Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam Bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan," bunyi Surah Al Hadid Ayat 4.

Teori relativisme membuktikan bahwa cahaya, sebagaimana materi, juga melengkung ketika melewati bidang yang terpengaruh oleh gaya gravitasi. Atas prinsip ini, semua pergerakan di alam semesta sama sekali tidak mengenal garis lurus.

Semua itu sesuai dengan penjelasan Alquran tentang perjalanan ke luar angkasa dengan istilah uruj, yang berarti naik dan melenceng dari garis lurus.

(ahl)

Baca Juga

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia