Studi Baru Ungkap Pelecehan Online Meningkat 6%

Studi Baru Ungkap Pelecehan Online Meningkat 6%

(Foto: Ubergizmo)

JAKARTA – Mengirim pesan secara acak didunia online dapat dengan mudah mendapatkan respons. Namun saat ini setiap orang cenderung lebih waspada ketika menerima pesan dari orang asing karena kemungkinan memiliki ancaman malware, troll, spam, hacker, dan lain sebagainya.

Meski ada lebih banyak filter dan tools untuk menghalangi penyalahgunaan layanan secara online, sebuah studi baru-baru ini oleh Pew Research Center telah menemukan bahwa selama bertahun-tahun, pelecehan online telah meningkat.

Dilansir Ubergizmo, Rabu (12/7/2017), menurut data terbaru, 41% orang dewasa yang disurvei mengklaim bahwa mereka telah dilecehkan secara online. Hal ini bertentangan dengan 2014 ketika studi terakhir yang dilakukan mendapat respons 35%. Hasil ini menunjukkan pelecehan online secara umum meningkat sebanyak 6%.

Hal ini termasuk peningkatan pemanggilan nama yang menyinggung, mempermalukan yang disengaja, ancaman fisik, dan pelecehan seksual. Yang menarik adalah, studi ini menemukan bahwa online stalking bertahan pada angka 7% selama bertahun-tahun, yang diklaim sebagai hal yang baik.

Agak miris memang, melihat bahwa pelecehan online telah meningkat. Platform media sosial seperti Facebook dan Twitter belakangan ini memperkenalkan lebih banyak tools dan opsi untuk memblokir spammer dan troll. Namun dampak dari fitur itu masih harus menunggu beberapa waktu untuk diamati.

(kem)

Baca Juga

Unik! CEO Instagram Sambut Gerhana Matahari Total dengan Stiker Lucu

Unik! CEO Instagram Sambut Gerhana Matahari Total dengan Stiker Lucu