Ilmuwan Masukkan GIF Kuda ke Bakteri Hidup, untuk Apa?

Ilmuwan Masukkan GIF Kuda ke Bakteri Hidup, untuk Apa?

(Foto: Tech Crunch)

CALIFORNIA - Dalam sebuah studi terbaru di Nature, kelompok ilmuwan di Harvard sukses menyimpan GIF-nya menjadi bakteri hidup.

Menyimpan GIF menjadi bakeri hidup mungkin ide yang aneh, namun para ilmuwan benar-benar telah menggunakan keajaiban genetik yang dikenal sebagai Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats (CRISPR) untuk trik penyimpanan data beberapa waktu.

CRISPR, dijelaskan sedikit lebih dalam, membuat segala macam hal liar menjadi mungkin. Hal tersebut sering diperuntukan bagi ahli genetika dan peneliti kesehatan, namun percobaan di Harvard menunjukkan utilitas CRISPR bahkan melampaui potensi luas dan belum tergali dalam dunia kedokteran.

 

Sebagai primers yang sangat singkat, protein terkait CRISPR bertindak sebagai versi DNA dari alat Ctrl-X komputer, yang memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan segmen DNA tertentu, memotongnya, dan bahkan menggantinya sama sekali.

Lantaran dinamis, pengkodean GIF kuda menimbulkan tantangan unik dibandingkan mengatakan bahwa hanya menempel gambar statis lama ke bakteri hidup. Dengan memanfaatkan kemampuan sekuens Cas1 dan Cas2, para peneliti mengkodekan urutan temporal bingkai GIF per frame dan mampu mengekstraknya dan menggabungkannya kembali dengan akurasi 90%.

Hebatnya, bakteri terus berkembang biak bahkan menyebarkannya ke generasi mendatang melalui materi genetiknya. Hal tersebut merupakan berskala molekuler, tapi gagasannya sangat besar seperti dikutip dari Tech Crunch, Jumat (14/7/2017).

Dalam interview, penulis utama Seth Shipman mengemukakan bahwa ini merupakan bukti latihan konsep yang dimaksudkan untuk menjadi model masa depan sel yang merekam semacam catatan hidup tentang eksistensi mereka sendiri.

Rekaman itu bisa diakses dan diputar ulang oleh siapa saja yang ingin mengetahui lebih banyak tentang bagaimana sel tersebut berperilaku atau berinteraksi di lingkungannya dari waktu ke waktu.

Jika sel itu neuron, wawasan potensial ke otak manusia sama besarnya dengan 215 petabytes data peneliti yang berhasil menjejalkan ke dalam satu gram DNA.

(din)

Baca Juga

Peneliti Temukan Kapal Karang Berusia Ribuan Tahun yang Masih Utuh, Ini Buktinya!

Peneliti Temukan Kapal Karang Berusia Ribuan Tahun yang Masih Utuh, Ini Buktinya!