Diblokir, Pencipta Telegram: Saya Kesal Mendengar Pemblokiran Ini!

Diblokir, Pencipta Telegram: Saya Kesal Mendengar Pemblokiran Ini!

Foto : AFP

JAKARTA – Langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram pada Jumat atau 14 Juli merupakan bentuk pencegahan dari penyebaran konten radikalisme dan terorisme.

Namun, perkara ini membuat sejumlah pihak merasa dirugikan khususnya Telegram sendiri. Mereka merasa bahwa pemerintah Indonesia terlalu terburu-buru. Sebab pihak Telegram telah memiliki langkah jitu untuk menangkal konten berbahaya tersebut.

“Telegram banyak digunakan di Indonesia, dan sekarang kami memiliki beberapa juta pengguna di negara yang indah itu. Saya pribadi penggemar berat Indonesia, saya pernah ke sana beberapa kali dan punya banyak teman di sana. Jadi saya kesal mendengar bahwa Kementerian Komunikasi dan IT Indonesia menyarankan agar mereka memblokir Telegram di Indonesia. Ternyata pejabat Kementerian baru-baru ini mengirim kami daftar saluran publik dengan konten terkait terorisme di Telegram, dan tim kami tidak dapat segera memprosesnya dengan cepat,” ujar Pencipta Telegram, Pavel Durov dalam siaran resmi di laman Telegramnya, Minggu (16/7/2017).

“Sayangnya, saya tidak sadar akan permintaan ini, yang menyebabkan miskomunikasi ini dengan Kementerian,” tambahnya.

Durov juga mengatakan bahwa Telegram sangat terenkripsi dan berorientasi pada privasi dan setiap bulan mereka selalu memblokir ribuan saluran publik ISIS serta mempublikasikan hasilnya di @isiswatch.

(kem)

Baca Juga

Facebook Tutup Forum Diskusi Internal Karyawan, Mengapa?

Facebook Tutup Forum Diskusi Internal Karyawan, Mengapa?