Menkominfo: CEO Telegram Minta Maaf Tak Tanggapi Permintaan Penutupan Akun yang Diajukan Kominfo Sejak 2016

Menkominfo: CEO Telegram Minta Maaf Tak Tanggapi Permintaan Penutupan Akun yang Diajukan Kominfo Sejak 2016

Menkominfo Rudiantara (Dok Okezone)

JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menanggapi permintaan maaf dari CEO Telegram, Pavel Durov, atas perkara banyaknya konten radikalisme dan teroris di platform-nya.

“Saya sudah menerima e-mail mengenai permintaan maaf dari Pavel Durov, CEO Telegram, rupanya dia tidak menyadari adanya beberapa kali permintaan dari Kementerian Kominfo sejak 2016. Durov telah menindaklanjuti yang diminta oleh Kementerian Kominfo dan mengusulkan komunikasi khusus untuk proses penanganan konten negatif khususnya radikalisme/terorisme. Saya mengapresiasi respon dari Pavel Durov tersebut dan Kementerian Kominfo akan menindakanjuti secepatnya dari sisi teknis detail agar SOP bisa segera diimplementasikan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Okezone, Senin (17/7/2017).

Sejak dikirimkan e-mail ke-6 sejak Selasa 11 Juli sampai dengan Kamis malam 13 Juli 2017, pihak Telegram tak kunjung menanggapi permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk menghapus konten radikalisme dan teroris di platform-nya.

Oleh sebab itu, Kominfo dengan cepat melakukan keputusan pemblokiran terhadap ribuan konten Telegram yang dilaksanakan pada Jumat 14 Juli untuk memblokir layanan Telegram versi web yang berisi ribuan konten berbahaya tersebut.

Tak luput, Kominfo juga mengajak kepada seluruh Internet Service Provider (ISP) untuk memblokir 11 Domain Name System (DNS) terkait dengan layanan Telegram berbasis web.

(kem)

Baca Juga

Ya Ampun, Sulit Tidur Nenek Ini Malah Lakukan Hal Mengejutkan

Ya Ampun, Sulit Tidur Nenek Ini Malah Lakukan Hal Mengejutkan