Waduh! Setelah Telegram, Kominfo 'Curigai' Semua Medsos

Waduh! Setelah Telegram, Kominfo 'Curigai' Semua Medsos

Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Setelah memantau aplikasi pesan instan Telegram dan menemukan bukti terdapat konten radikalisme dan terorisme, kini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut memantau sejumlah aplikasi yang dapat diakses di Indonesia.

"Semua media sosial, Facebook, Twitter, WhatsApp dan sejenisnya untuk meminta komitmen ulang mereka. Pemerintah Indonesia sangat tegas dalam menanggapi masalah ini. Kalau mereka tidak tegas, kami akan melakukan hal yang sama dengan Telegram," papar Semuel A. Pangerapan Dirjen Aplikasi Informatika di konferensi pers di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Senin (17/7/2017).

Semuel menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan normalisasi. "Semua konten akan dipenuhi, apa yang ada di Indonesia ya diikuti. Kalau dia melanggar ya kita blokir, apalagi propaganda di website-nya, ini akan menjadi komunikasi yang intens," ungkapnya.

Sebelumnya diketahui, Kominfo beserta lembaga terkait telah memblokir 11 DNS terkait dengan Telegram berbasis web sejak 14 Juli, namun pengguna smartphone masih dapat menggunakan aplikasi Telegram versi mobile.

(ahl)

Baca Juga

TOP TECHNO: Intip Status WhatsApp Tanpa Diketahui Pengguna hingga Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

TOP TECHNO: Intip Status WhatsApp Tanpa Diketahui Pengguna hingga Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia