Waduh, CEO Tesla Sebut AI Perlu Dikhawatirkan

Waduh, CEO Tesla Sebut AI Perlu Dikhawatirkan

(Foto/Ilustrasi: Idntrepreneur)

CALIFORNIA – Elon Musk telah dikenal di dunia terutama karena SpaceX-nya dan belum lama ini ia dikabarkan telah membeli domain lama miliknya di PayPal, X.com.

Elon Musk yang juga merupakan CEO Tesla dikabarkan kembali berkomentar perihal artificial intelligence atau biasa disingkat AI tersebut. Dalam komentarnya, Musk menyebut bahwa kecerdasan buatan  dapat membawa dampak buruk untuk peradaban manusia ke depannya.

Sudah bertahun-tahun lamanya, Musk memperingati bahwa hal tersebut sangat berbahaya bahkan dalam diskusi global disebutkan AI merupakan ancaman eksistensial terbesar setelah nuklir.

Pada akhir minggu lalu, CEO Tesla itu mengulang pesan lama soal teknologi AI. "Saya memiliki akses ke AI yang paling canggih dan saya pikir orang-orang harus benar-benar mengkhawatirkan," jelas Musk.

"Dia juga dengan tegas mengatakan bahwa AI merupakan risiko terbesar yang kita hadapi sebagai peradaban," menunjukkan bahwa pemerintah campur tangan dan mengatur teknologi sebelum segalanya terlambat.

Di samping itu, Musk juga berpendapat bahwa peraturan pemerintah sangat penting karena perusahaan yang tak memiliki risiko pengawasan yang tepat mengubah seluruh industri benar-benar otonom, membuat jutaan manusia menjadi pengangguran.

"Kasus AI jarang terjadi di mana kita harus proaktif dalam regulasi, bukan reaktif. Karena pada saat kita reaktif dengan peraturan AI, sudah terlambat," tambah Musk seperti dikutip dari Mashable, Senin (17/7/2017).

"AI merupakan risiko mendasar bagi keberadaan peradaban manusia, dengan cara yang menyebabkan kecelakaan mobil, kecelakaan pesawat terbang, obat yang salah atau makanan yang tidak baik," tuturnya.

Musk sendiri rupanya tak gentar memperingati bahaya AI. Bahkan, kini ia berseru agar pemerintah ikut campur tangan.

(kem)

Baca Juga

Yuk, Intip Cuitan <i>Netizen</i> Dunia Tentang Gerhana Matahari Total 2017

Yuk, Intip Cuitan Netizen Dunia Tentang Gerhana Matahari Total 2017