Nih! Alasan Indosat Ooredoo Tak Rekomendasikan Tarif Batas Bawah Layanan Data

Nih! Alasan Indosat Ooredoo Tak Rekomendasikan Tarif Batas Bawah Layanan Data

Deva Rachman, Head of Corporate Communication Indosat Ooredoo (Foto: Moch Prima Fauzi/Okezone)

JAKARTA - Tarif batas bawah layanan data sempat heboh belakangan ini setelah Indosat Ooredoo mengirimkan surat rekomendasi aturan tarif data kepada Menkominfo dan beberapa pihak lain termasuk KPPU. Indosat menyarankan hal tersebut lantaran telah terjadi perang tarif antaroperator.

Namun setelah mendapatkan penolakan dari KPPU, Direktur Utama Indosat Ooredoo Alexander Rusli kemudian mengklarifikasi bahwa surat yang dikirimnya pada 17 Juli 2017 tersebut hanya menyarankan tarif berdasarkan data yield.

Yield sendiri merupakan total pendapatan data dibagi dengan total trafik data. Sehingga menurut Alex, tarif, volume, diskon, dan bonus dapat ditentukan sendiri oleh masing-masing operator.

 
Baca juga: Tarif Batas Bawah Layanan Data Ditolak KPPU, Bos Indosat Ooredoo: Kami Tidak Rekomendasikan Batas Bawah Tarif

Sementara Head of Corporate Communication Indosat Ooredoo, Deva Rachman, saat ditemui usai menggelar acara di kantor pusatnya di Jakarta hari ini, Kamis (27/7/2017), menjelaskan alasan mengapa pihaknya tak merekomendasikan tarif batas bawah layanan data.

Deva, panggilan akrabnya, mengatakan bahwa operator akan kesulitan untuk menentukan tarif batas bawah sebab memiliki faktor penentu yang kompleks. Salah satu yang menjadi pertimbangannya ialah perbedaan pangsa pasar di daerah tertentu sehingga menimbulkan perbedaan harga.

"Kemarin sudah ada masukannya. Kemarin kita menyarankan berdasarkan data yield dan di-review secara per kuartal. Kalau tarif atau harga banderol berbeda dengan yield. Harga bandrol itu yang dipasaran sangat kompleks (penentunya). Misalnya di Aceh itu market share 3% sementara di Sukabumi market share 50% itu kan pasti harganya berbeda," ungkapnya.


Baca juga: Aturan Tarif Batas Bawah Layanan Data, Pengamat: Pengaturan Tarif Data Jangan Sampai Mengarah ke Kartel

Oleh karena itu, lanjut Deva, operator lain juga akan mempertimbangkan karakteristik pasar seperti keadaan suatu daerah. Sehingga untuk mencari formula satu tarif yang dibebankan kepada operator secara nasional, akan sulit untuk menemukan titik temu.

Sedangkan dalam kesempatan yang berbeda, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa pemerintah hanya akan mengajukan formula untuk menentukan tarif data. Kominfo tak akan menetapakan tarif data berdasarkan batas bawah seperti yang telah dilakukan pada taksi online saat ini.

"Yang jelas saya tidak menetapakan floor price tetapi membuat formula tarif data yang memungkinkan operator masih mendapat ruang untuk bermanuver dalam kompetisi," demikian yang dikatakan Rudiantara.

Formula tarif itu sendiri, menurut Anggota Komite Regulasi BRTI, I Ketut Prihadi Kresna, saat ini masih dalam tahap pembahasan internal.

(ahl)

Baca Juga

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih