Indosat Ooredoo Lepas Peserta Homestay Karyawan 2017 ke Daerah Terpencil

Indosat Ooredoo Lepas Peserta Homestay Karyawan 2017 ke Daerah Terpencil

Indosat Ooredo Homestay Karyawan 2017 (Foto: Ist)

JAKARTA - Indosat Ooredoo melepas para relawan peserta Homestay Karyawan 2017 ke daerah-daerah terpencil di Indonesia. Program tersebut merupakan bagian dari corporate social responsibility di bidang pendidikan yang bekerjasama dengan program Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar.

Melalui program tersebut, karyawan Indosat Ooredoo akan diberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi pendidikan di daerah dan berinteraksi langsung dengan masyarakat di daerah yang memiliki keterbatasan dalam pembangunan.

Adapun daerah yang dipilih dalam program tersebut ialah Aceh Utara, Natuna (Kepulauan Riau), Nunukan (Kalimantan Utara), Banggai (Sulawesi Tengah) dan Pegunungan Bintang (Papua). Program Homestay Karyawan 2017 akan berlangsung selama seminggu dan peserta akan tinggal bersama masyarakat setempat.

Dikatakan oleh Group Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman, program tersebut merupakan tanggung jawab perusahaannya dalam membantu memajukan pendidikan di Indonesia. Sebab, lanjut dia, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan.

"Indosat Ooredoo memiliki komitmen untuk secara aktif memajukan pendidikan di negara ini, dan program Homestay Karyawan ini merupakan bagian dari perwujudan komitmen tersebut, khususnya pendidikan di wilayah terpencil di Tanah Air," ungkap Deva, Kamis (27/7/2017).

Adapun jumlah karyawan yang dilepas oleh Indosat Ooredoo yakni sebanyak sembilan orang dan telah mengikuti proses seleksi serta pembekalan seperti persiapan pemberangkatan, pengenalan daerah, kegiatan selama di daerah, panduan keamanan dan keselamatan serta beragam materi penunjang lainnya. Rencananya masing-masing dari mereka akan berangkat ke lokasi yang telah ditunjuk pada 29 Juli 2017.

Lebih lanjut Deva menjelaskan, Homestay Karyawan ini merupakan program yang diadakan setiap dua tahun sekali. Ia mengklaim bahwa Indosat Ooredoo merupakan perusahaan pertama yang mengirim karyawannya secara sukarela ke daerah terpencil.

Setelah menggelar program yang sama dua tahun lalu, Deva mengatakan bahwa Homestay Karyawan 2017 ini berbeda dari program periode sebelumnya. Kali ini Indosat Ooredoo memfokuskan pada pengajaran berdasarkan digital literasi, mengingat perkembangan Indonesia yang telah bergerak ke ekonomi digital.

"Anak-anak di daerah belum mendapatkan privilege mengenai dunia digital. Mudah-mudahan program ini bisa berkontribusi, bisa memberikan keadilan digital untuk semua," kata Deva.

Program Homestay Karyawan, menurut pihak Indosat Ooredoo, selama ini telah mengajar 14.000 anak-anak dari 142 sekolah di seluruh Indonesia. Sedangkan kondisi sekolah yang didatangi memiliki kondisi bangunan sederhana dan masih beralaskan tanah. Bahkan ada pula siswa yang harus belajar di luar kelas.

Sementara itu menurut pihak Indonesia mengajar, kerja sama tersebut telah berlangsung sejak angkatan 10 dari yang pernah diberangkatkan berjumlah 14 angkatan. Pihaknya mengatakan bahwa perusahaan memang memiliki kewajiban untuk memberikan akses pendidikan kepada warga negara.

"Karena di dalam perusahaan ada warga negara Indonesia oleh karena itu kami rasa perlu untuk membuka akses untuk mengajak teman-teman ikut serta membangun pendidikan di Indonesia. Kerjasama di pelatihan sendiri sudah 10 angkatan. Saat ini kami sudah ada 14 angkatan, jadi memori 10 di antaranya bersama Indosat," kata Hikmat Hardono, Ketua Dewan Pengurus Indonesia Mengajar.

Rencananya Indosat Ooredoo akan kembali memberangkatkan relawan di bagian kedua program Homestay Karyawan 2017 pada November 2017 mendatang. Relawan di bagian kedua ini akan terdiri dari para Chief dan anggota Dewan Direksi.

"Memberikan teladan merupakan bagian dari pengembangan sumber daya manusia. Dan kami mendorong para pimpinan perusahaan ini untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Diharapkan dari kegiatan ini akan semakin tumbuh kepedulian terhadap sesama," tutup Deva.

Setelah para relawan kembali ke Jakarta, mereka akan melakukan sesi refleksi sebagai penutup dari rangkaian kegiatan. Di sesi tersebut relawan akan membagikan pengalaman dan inspirasi yang mereka dapatkan untuk pembekalan program selanjutnya.

(hth)

Baca Juga

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih