DO YOU KNOW: Menguap Bisa Menular, Nih Alasannya!

DO YOU KNOW: Menguap Bisa Menular, Nih Alasannya!

(Foto: Mens XP)

JAKARTA - Jika Anda pernah mengalami menguap setelah melihat orang lain melakukan hal yang sama, maka Anda tak sendirian. Data dari halaman Time, 60% hingga 70% orang diketahui “tertular” saat mereka melihat orang menguap baik itu secara langsung maupun melalui foto bahkan tulisan.

Selain itu, 'tertular' menguap juga tak hanya dialami oleh manusia namun juga hewan lain seperti kuda nil, babi, simpanse, ular, bahkan hiu.

Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan memercayai bahwa menguap merupakan salah satu tanda untuk tidur. Namun berdasarkan penemuan terbaru, kegiatan tersebut tak banyak berkaitan dengan masalah tingkat energi atau keadaan lelah.

Berdasarkan pemaparan Time, setidaknya ada tiga alasan mengapa manusia bisa tertular menguap. Pertama ialah karena adanya rasa empati. Hal ini diibaratkan ketika seseorang melemparkan senyuman kepada Anda, dan Anda membalas senyuman tersebut.

Baca juga: Waduh, Ternyata Bulan Menjauh 3,7 Cm Tiap Tahunnya dari Bumi

Alasan ini diungkapkan oleh ilmuwan di University of Connecticut yang mengadakan penelitian pada 2010. Mereka menemukan bahwa sebelum empati berkembang pada anak, mereka tak akan terpengaruh oleh fenomena tersebut, setidaknya hingga usia empat tahun.

Hal serupa juga ditemukan pada orang yang menderita autisme karena kesulitan untuk menunjukkan rasa empatinya. Oleh karena itu, mereka tak akan banyak terpengaruh saat ada orang lain di hadapannya yang menguap.

Kemudian pada 2015, ditemukan pula bahwa seorang psikopat juga tak akan tertular menguap karena kurangnya rasa empati. Hal ini diketahui setelah dilakukan pengujian terhadap 135 orang mahasiswa. Mereka ditugaskan untuk menonton video pendek berdurasi 10 detik yang memperlihatkan orang sedang menguap.

Sedangkan menurut teori lainnya, manusia dapat tertular karena terdapat rangsangan pada otak. Fenomena ini juga dikaitkan dengan sistem komunikasi alam bawah sadar yang melindungi nenek moyang terdahulu dari bahaya.

Sebuah studi yang juga dilakukan pada 2010, mendemonstrasikan bagaimana burung beo kecil menguap di saat mengalami perubahan temperatur. Sebanyak 16 burung yang diuji, ditemukan mengalami menguap selama 10 menit sekali saat temperatur di lingkungannya berubah.

Ilmuwan menemukan adanya korelasi perubahan temperatur, dari panas ke dingin, yang menyebabkan burung-burung tersebut menguap. Hal ini juga menjadi tanda bahwa terdapat alasan lain mengapa manusia menguap.

Baca juga: Tanaman Putri Malu Menutup saat Disentuh, Apa Alasannya?

Teori ketiga diungkapkan dalam sebuah jurnal yang diunggah di situs Jurnal Plos. Menurut jurnal berjudul 'Individual Variation in Contagious Yawning Susceptibility Is Highly Stable and Largely Unexplained by Empathy or Other Known Factors' tersebut mengungkap bahwa faktor usia juga memengaruhi seseorang bisa tertular menguap.​

Penelitian yang dilakukan terhadap 328 responden yang diperlihatkan sebuah video orang menguap, menunjukkan bahwa 82% orang di bawah usia 25 tahun tertular menguap. Sementara penelitian pada rentang usia 25 hingga 49 tahun hanya mendapati 60%.

Kemudian pada responden di atas usia 50 tahun, ditemukan adanya jumlah penularan sebesar 41%. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang di usia produktif (25 tahun) lebih sering terpapar 'virus' menguap tersebut.

(kem)

Baca Juga

Keren! Elon Musk Nonton Gerhana Matahari Total dari Balik Kaca

Keren! Elon Musk Nonton Gerhana Matahari Total dari Balik Kaca