Ada-Ada Saja! WikiLeaks Siap Tampung Karyawan Google yang Dipecat Gara-Gara Kasus Gender

Ada-Ada Saja! WikiLeaks Siap Tampung Karyawan Google yang Dipecat Gara-Gara Kasus Gender

(Foto: Indian Express)

JAKARTA - Google baru saja memecat seorang karyawan yang bekerja sebagai teknisi bernama James Damore. Dalam keterangannya, CEO Google, Sundar Pichai, mengatakan bahwa Damore telah melanggar kode etik dan memiliki pemikiran yang berseberangan dengan perusahaan.

Damore dipecat lantaran membuat sebuah memo yang mengkritik program Google dan menganggap remeh para teknisi perempuan di perusahaan tersebut. Alhasil, apa yang dibocorkan oleh Dumore kini menjadi perbincangan hangat di kawasan Silicon Valley.

Namun setelah pemecatannya, pendiri WikiLeaks, Julian Assange, melontarkan niatnya untuk merekrut Damore. "WikiLeaks menawarkan pekerjaan untuk teknisi Google yang dipecat, James Damore," tulisnya di media sosial Twitter, sembari menambahkan, "sensor adalah untuk para pecundang.”

Baca juga: Waduh! Ungkap Perbedaan Gender, Google Pecat Karyawannya

Tak hanya WikiLeaks, menurut Bloomberg yang dikutip Okezone, Rabu (9/8/2017), Damore juga mendapatkan penawaran dari layanan media sosial Gab.ai. Perusahaan itu mengatakan bahwa yang diungkap oleh Damore merupakan sebuah seni pekerjaan yang indah.

Bahkan, dukungan juga sempat mengalir kepada Damore melalui kampanye urunan (crowdfunding) yang berhasil mengumpulkan dana sebesar USD5.000. Penggalangan dana itu ditujukan sebagai dukungan kepada Damore untuk melawan pemecatannya.

Hingga saat ini, Damore masih belum mengeluarkan kata-kata mengenai pemecatannya tersebut. Hanya saja, dalam sebuah kesempatan ia mengungkap sedang mempertimbangkan kemungkinan untuk menempuh jalur hukum.

Baca juga: Google Tak Lagi Jadi Mesin Pencari Default di Rusia, Kok Bisa?

Menurut sumber yang dekat dengan permasalahan tersebut, sebelumnya Damore memang telah mempersiapkan pembuatan memo dengan menemui bagian human resources untuk mendalami isu yang akan ia angkat. Tak hanya itu, ia juga diketahui mengajukan komplain kepada National Labor Relations Board.

Sementara itu, WikiLeaks sendiri merupakan situs yang dibuat oleh Julian Assange, seorang jurnalis asal Australia yang kerap membocorkan dokumen rahasia negara dan perusahaan lain di seluruh dunia.

(kem)

Baca Juga

Facebook Uji Fitur Anyar yang Disesuaikan Minat Pengguna, seperti Apa?

Facebook Uji Fitur Anyar yang Disesuaikan Minat Pengguna, seperti Apa?