OKEZONE INNOVATION: Mengenal Satelit, Benda yang Banyak Mengelilingi Bumi di Angkasa

OKEZONE INNOVATION: Mengenal Satelit, Benda yang Banyak Mengelilingi Bumi di Angkasa

Ilustrasi : (Foto: Dok. Okezone)

JAKARTA – Satelit menjadi salah satu benda yang banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai kegunaan. Satelit sendiri merupakan sebuah benda yang dibuat oleh manusia dan mengorbit untuk mengelilingi benda lainnya. Terdapat dua jenis satelit yang perlu Anda ketahui, yakni satelit alam dan satelit buatan.

Baca juga: OKEZONE STORY: Ray Kurzweil, si Jenius Penemu Scanner Pertama di Dunia

Satelit alam adalah bulan yang berevolusi untuk mengelilingi planet. Sementara itu, satelit buatan adalah satelit yang dibuat oleh manusia yaitu ketika beda-benda tersebut nantinya akan mengelilingi benda lain. Satelit buatan inilah yang akan coba dibahas dalam artikel berikut ini.

Dinukil dari berbagai sumber oleh Okezone, satelit buatan sendiri sebenarnya sudah dimulai sejak 1950-an. Sama halnya dengan semua hal yang ada di dunia ini, satelit pun terus mengalami perkembangannya sendiri. Perkembangan satelit tersebut juga memiliki kegunaan dan tujuan yang bervariasi.

Baca juga: OKEZONE STORY: Menilik Penemu Telskop yang Masih Misterius

Namun, tujuan utama dari satelit yaitu sebagai anti-satelite weapons, satelit astronomi, biosatelit, satelit komunikasi, satelit mini, satelit navigasi, satelit untuk penyelidikan, satelit observasi bumi, satelit tenaga matahari, hingga satelit cuaca. Di antara semua jenis satelit yang beragam tersebut, mereka pun memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Satelit buatan pertama yang pernah diluncurkan di luar angkasa yaitu Sputnik 1. Satelit buatan Uni Soviet ini diluncurkan pada 4 Oktober 1957. Peluncurkan satelit pun dilakukan sejumlah negara seperti yang dilakukan oleh Angkata Laut Amerika Serikat yang akhirnya mengerjakan Project Orbiter degan menggunakan Jupiter C Rocket dan akhirnya meluncurkan satelit kecil yang diberinama Explorere 1 pada 31 Januari 1958.

 

Baca juga: OKEZONE STORY: Misterius, Satu Btalion Inggris Hilang Tanpa Jejak saat Perang Dunia I

Di zaman yang kala itu belum akrab dengan teknologi, banyak masyarakat yang menggunakan balon yang dinaikkan sejauh 30 km ke atas atmosfer untuk bisa menerbangkan satelit tersebut. Namun di era yang sudah dekat dengan teknologi seperti ini, para ilmuwan coba mengukur atmosfer lapisan atas Bumi menggunakan roket. Seiring berjalannya waktu, banyak satelit mulai diluncurkan oleh manusia ke luar angkasa. (afr)

(kem)

Baca Juga

Yuk, Intip Cuitan <i>Netizen</i> Dunia Tentang Gerhana Matahari Total 2017

Yuk, Intip Cuitan Netizen Dunia Tentang Gerhana Matahari Total 2017