Waduh! Eksekutif Facebook 'Sentil' Eks Bos Uber Terkait Pelecehan Seksual, Ada Apa?

Waduh! Eksekutif Facebook 'Sentil' Eks Bos Uber Terkait Pelecehan Seksual, Ada Apa?

(Foto: Digital Trends)

JAKARTA - Eksekutif Facebook, Sheryl Sandberg, mengungkapkan bahwa seseorang yang melakukan pelecehan seksual memang pantas untuk dipecat. Ia beralasan cara itu dapat mengurangi tindak serupa agar tidak terulang kembali di masa mendatang.

"Menurut saya, sebaiknya orang yang melakukan pelecehan seksual memang harus kehilangan pekerjaannya, karena hal itu bisa mencegah orang-orang untuk tidak melakukannya di masa depan," katanya, dikutip dari Bloomberg, Kamis (10/8/2017).

Sandberg menambahkan, masalah pelecehan seksual merupakan tantangan bagi kepemimpinan. Sebagai pemimpin perusahaan, seharunya mereka tak memberikan toleransi untuk perbuatan tersebut.

Baca juga: Perjalanan Karier Travis Kalanick: Penyelamat yang Kini Ditendang Uber

Meski demikian, pernyataan Chief Operating Officer Facebook tersebut bukan untuk mengomentari persoalan diskriminasi gender di internal Google yang terjadi belakangan ini. Ungkapan tersebut dilontarkan Sandberg mengenai meningkatnya skandal pelecehan di Silicon Valley.

Pernyataan Sheryl Sandberg mengingatkan kita pada kasus pelecehan seksual yang dialami salah seorang pegawai Uber. Saat itu, mantan teknisi Uber, Susan J Fowler, mencurahkan pengalamannya tersebut dalam sebuah blog pribadi.

Kejadian yang berlangsung pada 2015 tersebut, dikatakan Fowler, melibatkan atasannya yang mengajak dia untuk berhubungan seks. Namun, ajakan tersebut ia tolak. Kasus itu pun menjadi polemik di internal hingga berujung pada pengunduran diri CEO Uber, Travis Kalanick.

"Itu adalah keji yang masih ada hingga saat ini dan di era kini," kata Sandberg mengomentari persoalan pelecehan seksual.

Baca juga: Waduh! Ungkap Perbedaan Gender, Google Pecat Karyawannya

"Orang-orang merespons apa itu toleransi, apa itu dukungan. Dan menurut saya seorang pemimpin dapat mengubah budaya yang saya pikirkan dan hampir setiap perusahaan di setiap situasi. Anda mengatur kebijakan, Anda memiliki prosedur baru, bahasa Anda berbeda, 'Saya selalu optimistis’," imbuhnya.

Selain orang yang bertanggung jawab atas bisnis periklanan Facebook, Sandberg juga dikenal sebagai seorang advokat untuk kaum Hawa di perusahaan setelah menulis buku pada 2013.

Masalah yang menyangkut diskriminasi kepada kaum Hawa belakangan ini mencuat kembali setelah salah seorang teknisi Google bernama James Damore membagikan memo soal gender secara internal. Akibatnya, ia dipecat oleh CEO Google, Sundar Pichai, setelah masalah tersebut menjadi polemik di kawasan Silicon Valley.

(kem)

Baca Juga

<i>Waduh</i>! Pasar PC Lesu, Lenovo Merugi Rp962 Miliar

Waduh! Pasar PC Lesu, Lenovo Merugi Rp962 Miliar