Duh! Dianggap Rasis, Filter Aplikasi FaceApp Tuai Kritikan

Duh! Dianggap Rasis, Filter Aplikasi FaceApp Tuai Kritikan

(Foto: FaceApp)

JAKARTA – Aplikasi FaceApp menjadi viral di media sosial. Pasalnya, aplikasi tersebut mampu memberikan filter yang menunjukkan wajah penggunanya dalam berbagai usia.

Sayangnya, FaceApp dituduh telah melakukan rasisme setelah menambahkan variasi filter etnis baru. FaceApp yang menggunakan teknologi pengenal wajah untuk mengubah ekspresi dan tampilan pengguna dikritik karena filter baru ‘hitam’, ‘putih’, ‘Asia’, dan ‘India’.

Pembaruan aplikasi tersebut sontak disambut dengan reaksi instan dari pengguna media sosial (medsos). Mereka mengatakan filter itu menggambarkan rasis dan ofensif.

Filter itu menghasilkan perbandingan antara orang berwajah hitam dan kuning yang menampakkan etnis yang berbeda. Praktik kontroversial ini sering dikaitkan dengan stereotip rasis.

FaceApp telah mendapat kecaman sebelum filter ‘hot mode’ yang kontroversial. Namun, perusahaan kemudian meminta maaf dan mengubah filternya.

Lain dengan masalah tersebut, tuduhan rasisme yang kini menerpa FaceApp dibantah oleh perusahaan. Mereka menolak klaim bahwa filter etnis baru itu bersifat rasis. Perusahaan yang berbasis di Rusia itu mengatakan bahwa mereka tidak menggunakan stereotip positif atau negatif.

Meski begitu, FaceApp tak menyatakan permintaan maaf apalagi niatan untuk menghapus filter tersebut.

“Filter perubahan etnis telah dirancang agar setara dalam semua aspek,” kata Yaroslav Goncharov, Chief Executive FaceApp, kepada Mic.

“Mereka tidak memiliki konotasi positif atau negatif yang terkait dengan yang dituduhkan. Mereka bahkan diwakili oleh ikon yang sama. Selain itu, daftar filter tersebut diacak untuk setiap foto, jadi setiap pengguna melihatnya dengan urutan yang berbeda,” terangnya.

Aplikasi FaceApp seketika populer, bahkan unduhannya tercatat melonjak saat aplikasi itu dirilis pada awal tahun ini.


Berbagai aplikasi yang mampu mengubah foto pengguna menjadi tampak lebih cantik ataupun lucu memang banyak digandrungi pengguna smartphone.

Meski begitu, rupanya tak semua filter yang mampu menghiasi foto seseorang dapat diterima oleh semua kalangan. Terlebih, aplikasi kini bisa didapat dengan mudah oleh semua pengguna smartphone, sehingga hal yang sensitif mudah diketahui dan menyebar.

Sebelumnya, aplikasi pesan foto Snapchat juga telah menghadapi kritik serupa untuk filter yang tampaknya mendorong orang untuk mengenakan blackface digital dan yellowface. Perusahaan kemudian menghapus filter Bob Marley dan filter animasi populer. Demikian seperti dilansir Telegraph, Kamis (10/8/2017).

(kem)

Baca Juga

Facebook Uji Fitur Anyar yang Disesuaikan Minat Pengguna, seperti Apa?

Facebook Uji Fitur Anyar yang Disesuaikan Minat Pengguna, seperti Apa?