Walah! Facebook Ternyata 'Disusupi' Iklan Palsu, Ini Cara Facebook Menanggulanginya!

Walah! Facebook Ternyata 'Disusupi' Iklan Palsu, Ini Cara Facebook Menanggulanginya!

(Foto/Ilustrasi: Reuters)

CALIFORNIA – Facebook telah hadir sebagai salah satu media sosial paling populer di dunia. Kesuksesan yang dialami Facebook ini membuatnya diminati oleh para pelaku bisnis untuk menempatkan iklan mereka di media sosial dengan ciri khas warna biru putih tersebut.

Namun, iklan yang hadir di Facebook tidak sepenuhnya diisi oleh iklan ‘asli’. Banyak iklan palsu yang menyusup ke Facebook dan membuat orang yang membuka iklan tersebut akan diarahkan ke halaman lain yang mungkin akan membuat perangkat terkontaminasi oleh virus lainnya. Oleh sebab itu, Facebook dikabarkan akan menangkal iklan-iklan ‘bandel’ tersebut memanfaatkan teknologi AI.

Baru-baru ini Facebook mengumumkan bahwa perusahaan akan berusaha menghilangkan semacam itu. Iklan semacam itu pada dasarnya adalah iklan yang disajikan dengan cara tertentu untuk mendapatkan persetujuan agar dapat ditampilkan di Facebook, namun ketika iklan tersebut diklik, pengguna akan diarahkan ke situs web atau produk yang sama sekali berbeda dengan apa yang ditampilkan oleh iklan tersebut.

Facebook mengatakan bahwa perusahaan akan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artifical intelligence (AI) dan telah memperluas peninjauan kembali lewat tenaga manusia untuk dapat membantu mengidentifikasi, menangkap, dan memverifikasi cloaking. Facebook juga mengatakan bahwa dengan itu, perusahaan dapat melakukan pengamatan lebih baik mengenai perbedaan konten yang disajikan kepada orang-orang lewat aplikasi dibandingkan dengan sistem internal perusahaan.

Facebook mengklaim dalam beberapa bulan setelah menggunakan langkah-langkah baru yang disebutkan tadi, perusahaan dapat mengurangi ribuan pelaku terkait iklan palsu ini dan membatasi gerak-gerik pelaku untuk menyesatkan orang-orang.

Facebook bukanlah satu-satunya perusahaan yang ingin memperbaiki bagaimana iklan tersebut tampil di situs web. Google diketahui telah melakukan peran mereka dalam menjangkau penerbit iklan agar penerbit iklan tersebut tahu bahwa iklan yang ditampilkannya itu mengganggu dan jika iklan tersebut tidak memenuhi standar yang diberikan oleh Google, maka Google akan memblokir iklan tersebut agar tidak muncul di peramban besutan mereka, Google Chrome. Demikian dilansir dari Ubergizmo, Kamis (10/8/2017). (flx)

(kem)

Baca Juga

<i>Waduh</i>! Pasar PC Lesu, Lenovo Merugi Rp962 Miliar

Waduh! Pasar PC Lesu, Lenovo Merugi Rp962 Miliar