Keren! Remaja Kenya Ini Ciptakan Aplikasi untuk Keselamatan Wanita

Keren! Remaja Kenya Ini Ciptakan Aplikasi untuk Keselamatan Wanita

Foto: Dok. Did You Know

KENYA – Sekelompok remaja asal Kenya berhasil menorehkan prestasi dengan menciptakan sebuah aplikasi yang dinamai i-Cut. Aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk membantu wanita dalam kasus mutilasi genital. Hal tersebut merupakan sebuah kondisi ketika seorang perempuan harus dilakukan prosedur dengan melakukan pengangkatan atau memotong sebagian maupun sepenuhnya alat kelamin mereka, sehingga bisa menyebabkan cedera pada bagian sensitif mereka.

Aplikasi ini sendiri menawarkan lima fitur berbeda yang bisa membantu wanita agar tidak mengalami kesulitan. Beberapa fitur yang ditawarkan antara lain help, rescue, report, informasi pada Female Genital Multilation (FGM), sampai feedback. Sekelompok remaja ini berharap agar melalui aplikasi ini, para wanita bisa terbantu

 

Baca juga: Hati-hati! Media Sosial Ternyata “Haus” Akan Informasi User

Sekelompok remaja yang menamai dirinya sebagai The Restorers ini memiliki misi yang ingin disebarkan kepada perempuan, yakni membantu untuk mengembalikkan harapan kepada para gadis-gadis. Mereka nantinya akan bergabung dalam sebuah kompetisi dan memperebutkan USD15.000 atau sekira Rp196 juta.

Namun bagi mereka, kemenangan bukanlah hal yang perlu untuk dikhawatirkan. “Apakah kami akan menang atau tidak, pandangan kami pada dunia adalah untuk memberikan kemungkinan yang terbaik pada dunia mengenai perubahan yang lebih baik,” ungkap salah satu anggota The Restores, Stacy Owino, demikian seperti dinukil dari laman Did You Know.

Baca juga: Keren! Unjuk Kebolehan, Siri Apple Juga Bisa Menyanyi

Menurut Owino, kesempatan ini digunakan oleh mereka untuk bisa melompat ke level yang lebih tinggi. “Kami hanya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebagai batu loncatan pada level selanjutnya,” jelasnya.

Di Kenya sendrii, satu dari empat wanita akan menjalani prosedur genital multilation. UNICEF sendiri telah memperkirakan bahwa ada lebih dari 200 juta wanita di seluruh dunia yang dipaksa untuk melakukan prosedur seperti itu. Prosedur ini masih banyak dilakukan karena pengaruh dari adanya budaya serta kepercayaan lainnya mengenai pernikahan.

Aplikasi ini nantinya akan bersaing dalam sebuah kompetisi yakni Technovation Challenge. Kompetisi ini sendiri dirancang untuk bisa membantu para remaja dari seluruh dunia mendorong mereka menjadi tech entrepreneurs. (afr)

(kem)

Baca Juga

Unik! CEO Instagram Sambut Gerhana Matahari Total dengan Stiker Lucu

Unik! CEO Instagram Sambut Gerhana Matahari Total dengan Stiker Lucu