Wow! Semester I 2017, Indosat Ooredoo Raup Peningkatan Laba Bersih 83,2%

Wow! Semester I 2017, Indosat Ooredoo Raup Peningkatan Laba Bersih 83,2%

(Foto: Okezone)

JAKARTA - Indosat Ooredoo merilis laporan bisnis perusahannya pada semester pertama 2017. Perusahaan mencatat pertumbuhan yang meningkat pada rentang waktu tersebut dibanding tahun sebelumnya.

Pada semester I tahun ini, pendapatan bersih Indosat Ooredoo merangkak sebesar 83,2% ketimbang 2016 dengan periode yang sama. Perusahaan membukukan laba bersih menjadi Rp784,2 miliar sebagai hasil kombinasi dari pencapaian pertumbuhan pendapatan serta dukungan implementasi program peningkatan efisiensi operasional perusahaan.

Baca: Aturan Tarif Batas Bawah, Menkominfo: Formula Tarif Data Memungkinkan Operator Bermanuver dalam Kompetisi

Selain itu, pertumbuhan pendapatan konsolidasian perusahaan tercatat sebesar 8,4%. Pendapatan konsolidasian tumbuh menjadi Rp15,1 triliun yang didukung oleh pertumbuhan pendapatan seluler sebesar 8,5% menjadi Rp12,6 triliun.

Sementara itu, pendapatan dari layanan data seluler turut bertumbuh pesat sebesar 39,4% menjadi Rp6,8 triliun. Nilai tersebut memberikan kontribusi sebesar 54,1% pada pendapatan seluler.

Menurut perusahaan yang lekat dengan warna kuning itu, pertumbuhan layanan data seluler yang didapatnya mampu dipertahankan jika regulasi formulasi tarif data dapat direalisasikan. Seperti diketahui, perilaku konsumen secara signifikan berubah ke penggunaan data dari voice dan SMS.

Baca juga: Merger Operator Seluler, CEO Indosat Ooredoo: Konsolidasi Antar Operator Harus Dilakukan

Pertumbuhan perusahaan telekomunikasi tentunya tak terlepas dari peran pengguna. Indosat Ooredoo mencatat, pelanggan selulernya meningkat pada semeter pertama ini. Pada semester I 2017, pelanggan seluler Indosat Ooredoo mencapai 96,4 juta. Jumlah tersebut meningkat sebesar 15,9 juta pelanggan dibanding pada 2016 dalam periode yang sama.

Sementara itu dari segi infrastruktur, Indosat Ooredoo telah membangun 5.690 BTS tambahan hingga semester pertama 2017. Sebesar 92% dari jumlah tersebut merupakan BTS berteknologi 3G dan 4G sebagai penunjang pengguna data.

Inisiatif perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan membuahkan hasil yang baik. Beban operasional perusahaan selama semester pertama 2017 meningkat 5,1% di bawah tingkat pertumbuhan pendapatan, sehingga Indosat Ooredoo mampu meningkatkan laba perusahaan sebesar 32,0% dibanding periode yang sama pada 2016.

Baca juga: Nih! Alasan Indosat Ooredoo Tak Rekomendasikan Tarif Batas Bawah Layanan Data

Dari sisi EBITDA, Indosat Ooredoo berhasil membukukan pertumbuhan EBITDA sebesar 10,5% menjadi Rp 6,7 triliun, meningkat dibanding tahun 2016 yang mencapai Rp6,0 triliun dengan marjin EBITDA meningkat sebesar 0,9 percentage point (ppt) menjadi 44,2%. Total utang dari pinjaman bank dan obligasi juga mengalami penurunan sebesar Rp1,9 triliun atau menurun sebesar 8,8% dibanding periode yang sama tahun lalu.

(kem)

Baca Juga

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih

TOP TECHNO: Khoirul Anwar, Anak Petani Penemu Teknologi 4G hingga Video Penampakan Rusa Putih