Duh! Gagal Patuhi Undang-Undang, Weibo Cs Diselidiki Regulator China

Duh! Gagal Patuhi Undang-Undang, Weibo Cs Diselidiki Regulator China

(Foto: Reuters)

BEIJING  - China tengah menyelidiki situs media sosial, termasuk WeChat dan Weibo. Langkah tersebut ditempuh karena perusahaan gagal mematuhi undang-undang siber. Langkah tersebut merupakan cara terakhir dalam upaya China untuk mengamankan internet dan mempertahankan kontrol pemerintah terhadap konten di internet.

Presiden Xi Jinping telah menjadikan ‘kedaulatan siber’ China sebagai prioritas utama serta menegaskan kembali peran pemerintah membatasi dan mengawasi diskusi online.

Selain Tencent, WeChat, dan Weibo, Administrasi Cyberspace China mengatakan bahwa pihaknya juga menyelidiki situs forum Baidu dan Tieba karena tidak mematuhi undang-undang baru yang melarang konten pornografi, kekerasan, dan dianggap menyinggung pemerintah.

“Pengguna menyebarkan kekerasan, teror, rumor palsu, pornografi, dan bahaya lainnya terhadap keamanan nasional, keamanan publik, ketertiban sosial,” kata regulator melalui situsnya.

Baidu mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat menyesal terkait konten tersebut dan akan secara aktif bekerja sama dengan departemen pemerintah untuk memperbaiki masalah dan meningkatkan intensitas audit.

Saham perusahaan yang terdaftar di Hong Kong berada di posisi bawah setelah kabar tersebut mencuat dan turun hampir 5%. Investor kini akan menunggu untuk melihat bagaimanan saham perusahaan yang terdaftar di AS bereaksi.

Pada Juli 2017, ketiga perusahaan populer China itu diminta segera melakukan ‘pembersihan dan pembenahan’ pada sebuah pertemuan dengan pihak berwenang yang mengutip contoh konten terlarang, termasuk rumor terkait pejabat yang salah mengartikan sejarah militer China.

Sebelum pertemuan tersebut, Weibo diminta untuk menutup sebagian situs videonya yang melakukan pelanggaran. Menghapuskan total senilai USD 1,3 miliar antara Weibo dan perusahaan induk Sina Corp.


Dalam beberapa bulan terakhir, regulator China melakukan gerakan tegas yang belum pernah terjadi untuk membenahi  konten dan media di berbagai platform. Pada Mei 2017, regulator merilis aturan untuk situs berita online dan portal jaringan yang memperluas batasan pada konten dan mewajibkan semua layanan untuk diawasi oleh staf editorial.

Aturan itu telah menurunkan akun media sosial selebriti populer dan juga memangkas aplikasi jaringan pribadi virtual yang memungkinkan pengguna menghindari China dan mengakses situs-situs asing.

Sebagaimana diketahui, media sosial Barat seperti Facebook dan Twitter dilarang oleh negara tersebut, yang pada akhirnya membantu meningkatkan popularitas aplikasi lokal seperti WeChat dan layanan microblogging Weibo. WeChat dan Weibo memiliki sekira 940 juta pengguna dan 350 jutanya merupakan pengguna aktif bulanan. Demikian seperti dilansir Reuters, Jumat (11/8/2017). (Lnm).

(kem)

Baca Juga

Wow.. Banyak Fitur Gmail Tersembunyi yang Tidak Banyak Orang Tahu

Wow.. Banyak Fitur Gmail Tersembunyi yang Tidak Banyak Orang Tahu