Techno of The Week: Keren! Peneliti Manfaatkan Bintang Raksasa untuk Uji Teori Relativitas Einstein

Techno of The Week: Keren! Peneliti Manfaatkan Bintang Raksasa untuk Uji Teori Relativitas Einstein

(Foto: Reuters)

JAKARTA - Albert Einstein terkenal dengan teori relativitasnya. Para peneliti kembali menguji kebenaran teori yang digaungkan oleh ilmuwan jenius dengan bantuan bintang raksasa dan supermassive black hole.

Sekelompok astronom di Jerman dan Republik Ceko mengamati tiga bintang di sebuah cluster dekat supermassive black hole di pusat Galaksi Bima Sakti. Dengan menggunakan data dari Very Large Telescope di Cile, para peneliti melacak bagaimana bintang-bintang bergerak saat mereka mengelilingi Black Hole raksasa.

Menurut para ilmuwan, salah satu bintang yang disebut S2 menunjukkan sedikit penyimpangan pada orbitnya, yang mungkin mengindikasikan efek relativitas. Jika pengamatannya dikonfirmasi, teori relativitas umum Einstein bertahan bahkan dalam kondisi ekstrem.

Relativitas umum mengatakan bahwa benda masif menekuk ruang di sekitar mereka, sehingga menyebabkan objek lain menyimpang dari garis lurus yang akan mengikuti absen setiap kekuatan pada mereka.

"Sebagian besar tes relativitas dilakukan dengan matahari dan bintang-bintang, jadi mereka berada di batas 1 massa surya atau sedikit massa matahari," kata Andreas Eckart, profesor fisika eksperimental di University of Cologne, Jerman yang dikutip dari Space, Sabtu (12/8/2017).

Bintang yang digunakan dalam pengamatan begitu dekat dengan Black Hole sehingga mereka bergerak dengan kecepatan 1% atau 2% kecepatan cahaya. Tak hanya itu, mereka juga mendekati sekira 100 kali jarak Bumi-matahari dari Black Hole itu sendiri, yang cukup dekat dengan standar galaksi.

Menggunakan badan pengorbit untuk menunjukkan efek relativitas bukanlah hal baru. Pengamatan planet Merkurius pada abad ke-19 menunjukkan bahwa gerakannya menyimpang dari apa yang diprediksi oleh teori gravitasi Isaac Newton.

Gerakan Merkurius membuktikan Einstein benar, tapi gravitasi matahari lemah dibandingkan dengan supermasif Black Hole. Hal inilah yang mengakibatkan mengapa Eckart dan timnya berangkat untuk melihat apakah teori Einstein bertahan di lingkungan yang lebih ekstrem.

(din)

Baca Juga

Nih Persepsi Sifat Alien yang Keliru, Apa Saja?

Nih Persepsi Sifat Alien yang Keliru, Apa Saja?