China Berhasil Kirimkan 'Kode Tak Terpecahkan' ke Bumi, Seperti Apa?

China Berhasil Kirimkan 'Kode Tak Terpecahkan' ke Bumi, Seperti Apa?

(Foto: Sciencemag)

BEIJING - China telah mengirimkan 'kode tak terpecahkan' dari satelit ke Bumi. Kode tersebut menandai teknologi distribusi kuantum pertama kali dari luar angkasa ke Bumi yang telah terealisasikan.

Dilansir dari Dailymail.co.uk, Jumat (11/8/2017), China meluncurkan satelit kuantum pertama di dunia pada Agustus untuk membantu membangun komunikasi 'hack proof'. Satelit tersebut mengirimkan kunci kuantum ke stasiun Bumi di China.

"Ketika kode tersebut ditangkap atau diukur keadaan kuantum kunci akan berubah, dan informasi yang ditangkap akan menghancurkan dirinya sendiri," ungkap Pan Jianwei, ilmuwan utama di Percobaan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China. Terdapat 'prospek besar' untuk menerapkan komunikasi generasi baru ini di bidang pertahanan dan keuangan.

China masih tertinggal dari Amerika Serikat dan Rusia dalam teknologi ruang angkasa, walaupun Presiden Xi Jinping telah memprioritaskan untuk memajukan program antariksa dengan alasan keamanan dan pertahanan nasional. China menegaskan bahwa program antariksa adalah untuk tujuan damai, namun Departemen Pertahanan AS telah menyoroti meningkatnya kemampuan ruang angkasa.

Pada Juni, fisikawan yang terlihat dalam percobaan pemecah tanah untuk mencapai 'teleportasi kuantum ultra-jarak jauh', mengungkapkan rincian baru tentang terobosan tersebut. Tim peneliti membentuk jaringan kuantum ground-to-satellite pertama yang memungkinkan mereka mentransmisikan foton dari pasangan yang terjerat hingga 870 mil.

Foton yang disatukan secara teoritis mempertahankan hubungan mereka di segala jarak, dan berpotensi merevolusi komunikasi yang aman. Namun, para ilmuwan sebelumnya hanya berhasil mempertahankan ikatan tersebut sekira 62 mil.

Eksperimen tersebut mengandalkan 'satelit kuantum' Micius, yang diluncurkan ke orbit Sun-sinkron tahun lalu dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan. Saat satelit bergerak melalui orbitnya, jaraknya dari stasiun darat Tibet bervariasi dari 500 km sampai 1400 km.

Tim peneliti tidak hanya berhasil mentransmisikan qubit foton tunggal lebih dari ratusan mil dari Bumi ke angkasa untuk pertama kalinya. Tetapi mereka juga berhasil melakukannya untuk 6 negara lainnya, hal tersebut bertujuan untuk menunjukkan bahwa teleportasi kuantum bersifat universal. Terobosan ini menjadi langka besar untuk menjadi lebih dekat dalam mengembangkan internet global yang sangat aman.

(ahl)

Baca Juga

Nih Persepsi Sifat Alien yang Keliru, Apa Saja?

Nih Persepsi Sifat Alien yang Keliru, Apa Saja?