Bikin Gerhana Buatan, Peneliti Pantau Planet Ekstrasurya yang Bisa Dihuni Manusia

Bikin Gerhana Buatan, Peneliti Pantau Planet Ekstrasurya yang Bisa Dihuni Manusia

Ilustrasi (Foto: NASA)

CALIFORNIA - Demam gerhana menyerang masyarakat Amerika Serikat. Jutaan orang sedang bersiap-siap untuk menyaksikan gerhana Matahari total pada 21 Agustus. Gerhana Matahari total adalah fenomena alam ketika Matahari, Bulan, dan Bumi berada dalam satu baris lurus.

Dilansir dari Space.com, saat ini laboratorium di Standford sedang mengembangkan sebuah sistem yang akan menggunakan orbit pesawat luar angkasa untuk menghasilkan gerhana buatan. Konsep ini menggunakan perangkat yang disebut Starshade untuk mengamati langsung planet di luar tata surya.

Planet ekstrasurya sangat samar dibandingkan bintang induknya karena bersinar 10 miliar tahun lebih redup. Untuk dapat melihat planet tersebut lebih jelas, Simone D'Amico, Direktur Laboratorium Rendezvous Ruang Angkasa Stanford mengusulkan sebuah sistem wahana antariksa mini.

Pertama, Starshade akan menghalangi cahaya bintang yang jauh, serupa dengan bagaimana Bulan menghalangi cahaya Matahari ketika gerhana terjadi. Pesawat ruang angkasa kedua akan menjadi teleskop yang akan bekerja di tempat gelap untuk mencari planet ekstrasurya.

"Ini semua adalah informasi penting, namun dengan pengamatan langsung Anda bisa mengarakterisasi komposisi kimia planet ini dan berpotensi mengamati tanda-tanda aktivitas biologis," ungkap D'amico.

Akan tetapi, sistem yang dibuat yang dikerjakan bersama dengan profesor fisika Stanford dan ilmuwan planet Bruce Macintosh tidak akan cukup besar untuk melihat planet seukuran Bumi yang bisa menampung kehidupan.

Sistem mini yang sedang dikerjakan disebut mDOT (miniaturized distributed occulter/telescope), kemudian dapat memberikan dasar untuk menerapkan konsep yang sama pada skala yang lebih besar untuk melihat secara dekat ekstrasurya yang mirip Bumi lainnya.

"Sejauh ini, belum ada misi yang diterbangkan dengan tingkat kecanggihan yang akan dibutuhkan untuk salah satu observatorium pencitraan planet lepas ini," ungkap Adam Koenig, seorang mahasiswa pascasarjana di Laboratorium Rendezvous Ruang Angkasa.

Peneliti berharap dengan membuat gerhana buatan menggunakan perangkat luar angkasa bisa menjadi sebuah pertanda. Hal tersebut dianggap memudahkan peneliti lain untuk menemukan planet ekstrasurya lain yang bisa menjadi pengganti Bumi di masa yang akan datang.

(ahl)

Baca Juga

Nih Persepsi Sifat Alien yang Keliru, Apa Saja?

Nih Persepsi Sifat Alien yang Keliru, Apa Saja?