Wow! 10 Pesawat Luar Angkasa Berhasil Deteksi Badai Matahari

Wow! 10 Pesawat Luar Angkasa Berhasil Deteksi Badai Matahari

(Foto: NASA)

WASHINGTON - Para ilmuwan dari NASA (The National Aeronautics and Space Administration) dan European Space Agency (ESA) melacak semburan material yang bergerak cepat. Semburan tersebut dikenal sebagai Coronal Mass Ejections (CME) di seluruh tata surya.

Dilansir Dailymail.co.uk, Rabu (16/8/2017), badan antariksa mampu melacak CME karena bergerak dari Matahari sepanjang jalan dan melewati Pluto. Dengan menggunakan data dari 10 pesawat luar angkasa yang berada di jalurnya secara langsung.

Hal tersebut menandai penemuan revolusioner, karena sejumlah instrumen sering digunakan untuk melacak CME. Pengamatan biasanya selalu terbatas dan datanya hanya diambil dari jarak yang jauh.

Pada 14 Oktober 2014, sebuah CME dideteksi meninggalkan Matahari. Data tersebut diambil menggunakan instrumen yang disebut Coronagraph.

Perjalanan CME direkam oleh berbagai pesawat ruang angkasa di seluruh tata surya, termasuk Voyager 2, STEREO-A, Mars Curiosity Rover, dan 3 alat lainnya di Mars. Secara total, CME terdeteksi dari 2 sisi Matahari, Venus, Mars, Comet 67P, Saturnus, dalam perjalanannya menuju Pluto dan Heliosheath.

“Kekayaan data langsung dari jalur CME ini merupakan anugerah bagi para ilmuwan yang sedang mengerjakan simulasi sains luar angkasa,” ungkap NASA. Para ilmuwan di Pusat Penerbangan Luar Angkasa Goddard NASA di Greenbelt, Maryland menggabungkan data untuk melihat bagaimana kejadian tersebut sebelumnya.

Sebuah makalah tentang penelitian ini diterbitkan di Journals of Geophysical Research. Namun, secara khusus CME ini menarik minat para ilmuwan karena interferensi dengan perangkat pengamatan lainnya.

“Kami menemukan, pada saat komet melintas, ada beberapa gangguan angin Matahari di sekitar Mars," ungkap Oliver Witasse, seorang ilmuwan luar angkasa ESA. Model dari Community Coordinated Modeling Center (CMMC) yang berbasis di Goddard NASA memungkinkan para ilmuwan untuk lebih memahami CME dengan menggunakan model yang mereka kerjakan.

(ahl)

Baca Juga

Ilmuwan Klaim Bisa Simpan Cahaya sebagai Suara, Nih Penjelasannya!

Ilmuwan Klaim Bisa Simpan Cahaya sebagai Suara, Nih Penjelasannya!