Seru! Surviving Mars Tantang Gamer Bermukim di Planet Merah

Seru! Surviving Mars Tantang Gamer Bermukim di Planet Merah

(Foto: Rockpapershotgun)

CALIFORNIA - Game terbaru dengan judul Surviving Mars dikembangkan oleh Haemimont Games. Permainan tersebut rencananya dirilis pada tahun depan di beberapa konsol game generasi baru.

Dilansir Rockpapershotgun, Minggu (27/8/2017), game ini memiliki konsep base-building, sehingga gamer harus dapat mengelola sumber daya yang ada di Planet Merah untuk membangun koloni. Dalam permainan, manusia bakal tinggal di dalam kubah kaca raksasa.

Trailer game anyar tersebut telah tersebar di YouTube dan telah disaksikan lebih dari 1,1 juta pengakses YouTube. Video berdurasi satu menit 36 detik itu memperlihatkan tampilan game yang cukup mengesankan.

"Setiap koloni memiliki individu unik dengan masalah dan kekuatan yang mempengaruhi kebutuhan serta perilaku koloni lainnya," ujar developer Haemimont.

Dari video trailer, gamer mula-mula akan melihat pesawat luar angkasa yang mendarat di Mars. Kemudian, robot-robot mirip Curiosity mulai mengerjakan tugasnya seperti mengumpulkan sampel atau sumber daya dan juga mendirikan bangunan di Mars.

Terlihat bahwa di Planet Merah terdapat badai serta tornado. Di akhir trailer, menunjukkan bahwa permainan menampilkan sebuah meteor besar yang mengarah ke pusat koloni.

Game Surviving Mars meluncur pada 2018 dan dapat dimainkan di Xbox One, PS4 dan PC.

Mars Menarik untuk Diteliti

Pada Juni 2017 dilaporkan bahwa Curiosity Rover, robot penjelajah Mars buatan NASA, kembali menemukan adanya unsur penopang kehidupan di Planet Merah, di sebuah kawah danau bernama Gale. Penemuan ini sedikit memberikan jalan terang, apakah Mars benar-benar bisa dihuni manusia.

Berdasarkan contoh batuan yang ditemukan di kawasan danau tersebut, para ilmuwan menemukan adanya unsur mineral yang bisa menopang kehidupan manusia, demikian yang dilaporkan Tech Times.

Dengan data yang dikumpulkan oleh Curiosity Rover, tim ilmuwan memetakan iklim masa lalu planet Mars dan menemukan bahwa planet tersebut mengalami perubahan iklim seperti di bumi. Meski demikian perubahan itu mirip saat Bumi masih dalam tahap awal.

Berdasarkan kesimpulan para ilmuwan, kawasan di sekirar danau Gale memiliki lingkungan yang mirip dengan di Bumi sekira 700.000 tahun, bahkan 3,1 atau 3,8 juta tahun yang lalu.

Meski demikian para ilmuwan mengakui bahwa mereka masih terlalu awam soal batuan yang terdapat di Mars. Oleh karena itu mereka akan menbandingkannya dengan data yang telah dimiliki dan dikonfirmasi di Bumi.

"Jika kita melihat kimia batuan yang sama di Bumi, kita bisa mengatakannya lebih dingin dan lebih hangat. Namun yang pasti, apa yang dilihat dari kondisi iklimnya masih sedikit lebih sulit," demikian kata Hurowitz.

(ahl)
TAG : nasa Game Mars

Baca Juga

Ingin Main Need for Speed Payback di PC, Nih Spesifikasi Minimumnya!

Ingin Main Need for Speed Payback di PC, Nih Spesifikasi Minimumnya!