Techno of The Week: Wow! Peneliti Temukan Kemampuan Mata Serangga, Seperti Apa?

Techno of The Week: Wow! Peneliti Temukan Kemampuan Mata Serangga, Seperti Apa?

(Foto: Telegraph)

JAKARTA - Serangga memiliki mata majemuk yang awalnya diduga tidak dapat melihat objek dalam resolusi tinggi. Namun, penelitian terbaru menjelaskan bahwa serangga punya kemampuan penglihatan yang lebih baik ketimbang perkiraan sebelumnya.

Website Phys melaporkan, para ilmuwan telah lama percaya bahwa serangga tidak dapat melihat benda dengan baik. Hal tersebut dikarenakan mata majemuk yang mereka miliki biasanya terdisi dari ribuan unit mata kecil yang tertutup lensa dan secara bersamaan harus menangkap objek.

Peneliti menemukan hasil yang mengejutkan dan sangat berkaitan dengan bagaimana sel-sel fotoreseptor di dalam mata majemuk serangga bereaksi terhadap gerakan objek. Berbeda dengan mata manusia, ribuan lensa mungil tersebut membuat permukaan yang kompleks, tidak bergerak, atau tidak dapat menampung.

Tetapi para peneliti menemukan bahwa sel fotoreseptor di bawah lensa dapat bergerak dengan cepat dan secara otomatis memfokuskan penglihatan pada benda atau objek. Sensor cahaya mikroskopik tersebut ‘berkedut’ sangat cepat sehingga manusia tidak dapat melihatnya dengan mata telanjang.

Untuk merekam pergerakan tersebut secara utuh, peneliti harus menggunakan mikroskop dengan sistem kamera berkecepatan tinggi. Hebatnya, peneliti juga menemukan bahwa cara mata serangga melihat sebuah benda disesuaikan dengan perilaku visual aslinya.

Dengan menggabungkan gerakan kepala mata normal serangga, sel fotoreseptor mikroskopis yang diinduksi cahaya, seperti lalat, dapat melihat dunia dengan detail dan jauh lebih baik daripada yang diperkirakan. Studi baru tersebut mengubah pemahaman masyarakat tentang serangga dan penglihatan manusia, serta dapat digunakan untuk memperbaiki sensor robot.

"Hasil kami menunjukkan bahwa dengan mengadaptasi cara sel fotoreseptor memberi contoh informasi ringan ke gerakan mata sokular dan fokus pengamatan, evolusi telah mengoptimalkan persepsi visual hewan," ungkap Mikko Juusola, Profesor Sistem Neuroscience di University of Sheffield dan penulis utama studi.

Di sisi lain, gerakan mata yang cepat harus mengaburkan visi karena itulah tetap merupakan teka-teki bagaimana fotoreseptor bekerja dengan gerakan mata untuk melihat dunia dengan jelas. Penelitian yang didanai oleh Biotechnology and Biological Sciences Research Council (BBSRC), menemukan bahwa fotoreseptor melihat objek kecil dan bergerak jauh lebih baik daripada yang diperkirakan oleh optik mata majemuk.

"Dengan menggunakan tes elektrofisiologis, optik dan perilaku dengan pemodelan matematika, kami telah menunjukkan bahwa lalat buah (Drosophila) memiliki penglihatan yang jauh lebih baik daripada yang diyakini ilmuwan selama 100 tahun terakhir," tambah Juusola.

 

Mata Serangga Jadi Inspirasi Pengembangan Teknologi Kamera

Peneliti University of Illinois mengembangkan kamera yang terinspirasi dari mata serangga. Seperti mata lalat yang berbentuk cembung, kamera ini bisa melihat hingga cakupan luas dengan bidang pandang yang lebar.

Dilaporkan Abc, terinspirasi dari mata serangga, insinyur membangun kamera menggunakan elektronik yang dapat direnggangkan. Kamera ini bisa memindai lingkungan di sekitar seperti mata majemuk lalat dengan bindang pandang lebar dan tanpa distorsi (efek/gangguan).

Perangkat digital ini memiliki komponen kecil, lensa lentur seperti yang ditemukan pada semut, kumbang dan mata lobster. Kamera juga memiliki sensitivitas tingkat tinggi, sehingga objek yang bergerak di sekelilingnya dapat terpantau.

(ahl)

Baca Juga

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia