Dahsyat! Peneliti Deteksi Energi Listrik yang Kuat di Aurora Jupiter

Dahsyat! Peneliti Deteksi Energi Listrik yang Kuat di Aurora Jupiter

(Foto: NASA)

CALIFORNIA - Ilmuwan pada misi Juno NASA mengamati sejumlah besar energi yang berputar-putar di daerah kutub Jupiter. Daerah kutub juga dikenal sebagai area di mana fenomena aurora dapat dengan jelas terlihat.

Dilansir Astronomynow, Minggu (10/9/2017), peneliti mengumpulkan informasi melalui alat ultraviolet spectrograph dan energetic-particle detector yang ditempatkan pada pesawat luar angkasa Juno yang mengorbit Jupiter.

Tim yang dipimpin oleh Barry Mauk dari Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory mengamati tanda potensi listrik yang kuat, selaras dengan medan magnet Jupiter. Potensi listrik yang kuat itu tampaknya mempercepat elektron menuju atmosfer Jovian pada energi hingga 400.000 volt elektron.

Ini diklaim 10 sampai 30 kali lebih tinggi daripada potensi aurora terbesar yang diamati di Bumi, di mana hanya terdapat beberapa ribu volt, yang biasanya dibutuhkan untuk menghasilkan aurora yang paling kuat.

Fenomena aurora di Bumi tampak menampilkan cahaya berwarna di kutub utara dan selatan yang mempesona. Tempat-tempat yang tepat untuk melihat fenomena itu seperti Alaska dan Kanada, Eropa Utara serta di wilayah kutub utara dan selatan lainnya.

Jupiter memiliki aurora paling kuat di tata surya, sehingga tim tidak terkejut bahwa potensi listrik berperan dalam generasinya. "Di Jupiter, aurora yang paling terang disebabkan oleh beberapa jenis proses percepatan yang tidak dapat kita pahami dengan baik," kata Mauk.

Pada awal Agustus 2017 dilaporkan, pesawat ruang angkasa Cassini milik NASA melihat cahaya selatan Saturnus. NASA membuat sebuah rangkaian film yang menunjukkan aurora yang sedang beraksi.

Dalam foto dan video yang dibagikan NASA, aurora itu terlihat seperti salju yang jatuh ke atas. Akan tetapi yang Anda lihat sebenarnya merupakan bintang yang lewat pada bagian belakangnya.

Area gelap merupakan sisi malam Saturnus. Garis aurora adalah elemen keruh yang tampak seperti hantu yang bergerak dari kiri ke kanan di atas daerah gelap Saturnus.

“Bintik-bintik dan goresan terang yang muncul dari bingkai ke bingkai adalah karena partikel bermuatan dan sinar kosmis yang dipukul detektor kamera,” ungkap NASA.

(ahl)

Baca Juga

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia