OKEZONE STORY: Kisah Palmer Luckey, Pendiri Oculus VR yang Jadi Miliarder di Usia 22 Tahun

OKEZONE STORY: Kisah Palmer Luckey, Pendiri Oculus VR yang Jadi Miliarder di Usia 22 Tahun

(Foto: USA Today)

JAKARTA – Perangkat virtual reality (VR) pamornya semakin meningkat kala hadirnya era digital. Berbagai perusahaan teknologi juga turut memanfaatkan perangkat VR untuk meraup keuntungan.

Pemilik Facebook, Mark Zuckerberg misalnya mengakuisisi Oculus yang didirikan oleh Palmer Luckey hingga merilis beberapa produk yang mampu menampilkan konten virtual tersebut.

Palmer Luckey sendiri merupakan salah satu pendiri Oculus yang lahir pada 19 September 1992. Ayahnya, Donald merupakan seorang salesman mobil, sementara ibunya Julie adalah seorang ibu rumah tangga yang mengajarkan anak-anaknya di rumah (home schooling).

Sebagai seorang anak hingga remaja, Luckey senang bermain-main dengan peralatan elektronik seperti merakit komputer sendiri atau perangkat game. Sekira usia 15 tahun, Palmer Luckey mulai jatuh cinta pada konsep virtual reality.

Ia juga mengikuti kursus di California State University, Long Beach pada 2010. Luckey memiliki minat yang kuat terhadap VR dan membangun koleksi pribadi yang banyak hingga lebih dari 50 tampilan head-mounted yang berbeda.

Untuk mendanai proyek-proyeknya, Luckey memperoleh setidaknya USD36.000 dengan memperbaiki dan menjual kembali iPhone yang rusak. Ia juga sempat bekerja paruh waktu sebagai groundskeeper, pelatih kemudi muda, dan teknisi perbaikan komputer.

Pada 2009 ia mendirikan forum ModRetro dengan seorang temannya, sebuah komunitas yang didedikasikan untuk memodifikasi konsol game dan PC menjadi unit portabel mandiri yang menggabungkan teknologi baru dan lama.

Luckey kemudian kuliah di California State University, Long Beach mengambil jurusan jurnalistik. Selama berada di sana, dia bekerja sebagai insinyur part-time di Mixed Reality Lab (MxR) di Institute for Creative Technologies (ICT). Di University of Southern California ia menjadi bagian dari tim desain untuk cost-effective VR.

Luckey menjadi tertarik dengan realitas virtual berkat kecintaannya pada permainan video. Dia menghabiskan puluhan ribu dolar untuk membangun komputer dengan enam monitor. Namun hal tersebut pun tidak cukup untuk jenis permainan yang dia bayangkan, sehingga ia berpikir, "Mengapa tidak memasang layar kecil langsung di wajah Anda?".

Pada usia 17 tahun, di garasi orang tuanya, Luckey mulai membangun prototipe headset Oculus yang akhirnya diluncurkannya di situs Kickstarter. Tak dinyana, ia mengumpulkan USD2,4 juta yang terbilang menakjubkan.

Pada saat itu, Luckey sudah terjalin dengan pengusaha game bernama Brendan Iribe. Luckey telah berhenti menggunakan ponsel karena merasa paranoid atas pengawasan pemerintah, namun setuju untuk menemui Iribe di sebuah rumah steak.

Keduanya berhasil bertemu, dan Iribe beserta beberapa temannya menginvestasikan sebagian dari uang mereka sendiri untuk membantu Luckey ke Kickstarter. Mereka menyebut perusahaan sebagai Oculus VR dan Iribe menjadi CEO-nya.

Pada 2014, perusahaan yang didirikan Luckey - Oculus kemudian diakuisisi oleh Facebook senilai USD2,3 miliar. Berkat akuisisi itu, kekayaan bersih Luckey pada akhir 2015 bahkan diperkirakan mencapai USD700 juta. (lnm).

(kem)

Baca Juga

Diblokir Kominfo, Situs Nikahsirri Masih Bisa Diakses, Lelang Perawan Ternyata Andalan Situs Ini

Diblokir Kominfo, Situs Nikahsirri Masih Bisa Diakses, Lelang Perawan Ternyata Andalan Situs Ini