Keren! Menkominfo Rudiantara dan Mark Zuckerberg Jadi Nama Jalan di Kampoeng Cyber Yogyakarta

Keren! Menkominfo Rudiantara dan Mark Zuckerberg Jadi Nama Jalan di Kampoeng Cyber Yogyakarta

(Foto: Kominfo)

JAKARTA – Nama jalan biasanya terinspirasi dari nama para pahlawan. Namun lain hal nya dengan nama jalan di kampung Cyber yang berada di wilayah Yogyakarta.

Dua nama jalan di wilayah mereka terinspirasi dari dua tokoh yang terkait dengan teknologi.

Salah satu jalan yang digunakan oleh warga Kampoeng Cyber bernama jalan Rudiantara, terinspirasi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Tak hanya itu, warga Kampong Cyber juga menamakan jalan lainnya dengan nama Zuckerberg, terinspirasi dari Mark Zuckerberg sang pendiri Facebook.

Menkominfo turut memberikan apresiasi positif atas penggunaan namanya di jalan tersebut. Ia bahkan merasa tersanjung dan mengungkapkan hal tersebut melalui akun Twitter-nya.

“Tersanjung, warga Kampoeng Cyber Jogja berinisiatif menamai 2 jalan mereka dengan nama Zuckerberg St & Rudiantara St. Terima kasih teman2 di KC (Kampung Cyber),” tulis menteri yang akrab disapa Chief RA itu.

Diketahui, Chief RA memang kerap bertandang ke Kampoeng Cyber tersebut. Sementara itu, Zuckerberg juga tercatat pernah berkunjung ke Kampoeng Cyber pada tahun 2014.

Kampoeng Cyber sendiri dibangun oleh warga RT 36, Taman, Yogyakarta pada 2006. Kampung ini dilengkapi dengan komputer PC dan laptop yang diletakan di sebuah pos keamanan umum yang disebut "Pos Siskamling", di mana setiap orang bebas untuk mengoperasikan internet.

Kehidupan sosial di daerah tersebut memang identik dengan kebersamaan dan semangat bekerja sama. Namun desa itu dianggap sebagai desa dengan tingkat ekonomi rendah, sehingga para pemuda setempat, terpanggil untuk meningkatkan pengetahuan penduduk lokal dengan mengajarkan mereka pentingnya teknologi informasi dalam hal menghubungkan jaringan internet dari rumah masing-masing kepada yang lain.

 

Program Kampoeng Cyber ini turut membuat interaksi antara penduduk lokal melalui media internet meningkat. Ekonomi mereka turut naik, terutama dalam penjualan kerajinan secara online.

Begitu juga dengan kebutuhan akan informasi dan pengetahuan teknologi yang ditransfer cukup baik, sehingga kehidupan sosial sekitarnya tumbuh lebih subur. Selang beberapatahun setelah dibangun tepatnya pada 2010, Pos Siskamling yang terhubung dengan internet itu, baru tersedia satu laptop dan satu komputer saja. Itupun koneksinya merupakan hasil ‘tebengan’ dari warga yang kebetulan sudah terpasang internet. (lnm).

(kem)

Baca Juga

Setelah Caplok HTC, Mampukah Google Geser Dominasi Apple-Samsung?

Setelah Caplok HTC, Mampukah Google Geser Dominasi Apple-Samsung?