Unik! Peneliti Temukan Semut Bisa Jadi Pemalas, Apa Penyebabnya?

Unik! Peneliti Temukan Semut Bisa Jadi Pemalas, Apa Penyebabnya?

(Foto: Daniel Charbonneau)

PHOENIX - Hal pertama yang terpikirkan ketika mendengar kata semut pastilah hewan kecil yang rajin, namun hal baru menunjukkan fakta yang sebaliknya. Pada 2015, ahli biologi dari University of Arizona melaporkan sebagian dari semut pekerja yang cukup besar membentuk koloni semut baru yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidak melakukan apapun.

Dilansir dari Phys, Senin (11/9/2017), Daniel Charbonneau mendedikasikan dirinya pada tesis yang mempelajari perilaku atau lebih tepatnya mempelajari kekurangan dari koloni semut baru ini. “Saya benar-benar terkejut, mereka benar-benar hanya duduk dan tidak melakukan apapun,” ungkap Daniel.

Mengamati semut yang ia pelihara di laboratoriumnya, Charbonneau menemukan bahwa sekira 40% semut tidak aktif dengan beberapa variasi antara musim, koloni, dan spesies. Semut yang dipeliharanya termasuk dalam spesies Temnothorax Rugatulus yang memiliki penampilan aneh.

Semut spesies ini memiliki pola serupa dengan serangga sosial lainnya, seperti lebah madu sehingga dapat diamati. Charbonneau dan Profesor Anna Dornhaus, doctoral Ekologi dan Biologi Evolusioner telah mempublikasikan pengamatannya pada 2015.

Dalam sebuah makalah terbaru, Takao Sasaki dari Oxford University dan Dornhaus menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa semut yang tidak aktif dapat bertindak sebagai pekerja cadangan. Ketika mereka dipindahkan dari 20% pekerja paling aktif dan peneliti menemukan bahwa dalam 1 minggu, semut tersebut masuk dalam kategori pemalas.

Hal tersebut terjadi karena tingkat pekerjaan yang sesuai berkurang dan mengakibatkan mereka menjadi pengangguran. “Ini menunjukkan bahwa koloni tersebut merespon hilangnya  pekerjaan yang sangat aktif dengan menggantikannya dengan yang tidak aktif,” ungkap Charbonneau.

Charbonneau menandai semut yang diamatinya dengan menggunakan titik-titik kecil cat pada tubuh semut. Titik tersebut terdapat di kepala, dada, dan 2 titik di bagian perut semut.

Kombinasi warna dan lokasi mengidentifikasi setiap semut sehingga ia dapat terlacak dalam rekaman video. Di Arizona, koloni spesies semut ini ditemukan di tempat yang lebih tinggi seperti di Gunung Lemmon, timur laut Tucson.

Karena semut jenis ini jarang dipelajari di alam bebas, peneliti tidak tahu banyak tentang sejarah kehidupan mereka.  Setelah menganalisis rekaman video, menurut Charbonneau, koloni tersebut terbagi menjadi 4 demografi utama.

Pertama, semut yang tidak aktif dan pemalas. Kedua, semut pejalan kaki yang menghabiskan sebagian besar waktunya hanya berkeliaran di sekitar sarang.

Ketiga, semut yang mengurus tugas di luar sarang seperti mencari makan dan membangun dinding pelindung dari bebatuan kecil. Dan terakhir semua yang bertugas merawat dan membesarkan anak-anak.

Charbonneau mengamati bahwa semut malas cenderung memiliki perut yang lebih buncit. "Spekulasi saya adalah karena pekerja muda memulai sebagai anggota koloni yang paling rentan, masuk akal bagi mereka untuk bersikap rendah dan tidak aktif," tambah Charbonneau.

(ahl)

Baca Juga

Nih Rahasia di Balik Jejak Kaki Kuno yang Tertinggal

Nih Rahasia di Balik Jejak Kaki Kuno yang Tertinggal