Ternyata Parasit Juga Berguna untuk Tubuh Manusia, Ini Buktinya!

Ternyata Parasit Juga Berguna untuk Tubuh Manusia, Ini Buktinya!

(Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Parasit pada tubuh manusia pada umumnya membawa dampak negatif, seperti menyebabkan penyakit bahkan kematian. Seperti kebanyakan spesies di Bumi, manusia biasanya berusaha menghindari infeksi dengan segala cara.

Dilansir dari Sciencealert, Senin (11/9/2017), beberapa parasit yang hidup di tubuh manusia meski berpotensi membahayakan, sebenarnya bisa membantu penderita mengatasi infeksi yang mematikan. Memahami parasit dapat bermanfaat dan memiliki implikasi penting untuk mengelola penyakit menular.

Studi terbaru mengatakan bahwa parasit dapat dengan mudah mengembangkan mekanisme yang berbeda untuk mempertahankan tubuh yang menjadi tempat tinggalnya dari serangan infeksi. Hal tersebut menunjukkan sebenarnya bahwa parasit juga secara tidak langsung melindungi tubuh manusia dari serangan virus.

Gagasan dari ‘musuh saya adalah teman saya’ telah ada dalam masyarakat untuk waktu yang lama, namun tidak menjadi hal unik dan berimplikasi pada pertikaian yang terjadi. Dunia alam penuh dengan contoh di mana parasit berbahaya dalam beberapa kondisi bermanfaat.

Bakteri yang hidup di usus manusa terkadang dapat menyebabkan masalah, namun juga mencegah kolonisasi oleh mikroba yang lebih berbahaya seperti Salmonella enteric, yang menyebabkan keracunan makanan. Demikian pula bakteri yang biasanya menginfeksi serangga biasanya memakan biaya, tetapi bisa memberikan perlindungan terhadap infeksi yang mematikan.

Larva kupu-kupu raja lebih cenderung bertahan dari infeksi oleh lalat parasit saat mereka juga terinfeksi oleh protozoa (organisme bersel tunggal). Parasit juga bisa membantu inangnya (tubuh manusia yang ditinggali) dengan cara lain, contohnya dengan menyebabkan penyakit yang lebih serius pada spesies lain.

Ini adalah salah satu alasan utama mengapa tupai abu-abu dapat dengan cepat mengusir tupai merah di sebagian besar wilayah di Inggris. Tupai abu-abu adalah pembawa virus cacar pada tupai, yang biasanya fatal bagi tupai merah namun jarang berbahaya bagi tupai abu-abu.

Demikian juga, beberapa spesies terlibat dalam bentuk perang biologis primitif dengan membawa virus ke bakteri yang tidak kebal. Contoh-contoh ini menunjukkan bahwa terinfeksi belum tentu menjadi hal buruk dan faktanya terkadang bisa bermanfaat.

Percobaan laboratorium terbaru telah menunjukkan bahwa bakteri yang sedikit berbaya bagi hidup di dalam cacing mikroskopis dapat berkembang hanya dalam beberapa hari untuk melindungi inangnya dari infeksi virus yang mematikan. Hasil yang mencolok ini menunjukkan bahwa bakteri dapat dengan cepat mengembangkan perlindungan inang terhadap penyakit menular lainnya.

Parasit yang melindungi dengan memberikan perlawanan terhadap inang mereka akan mengurangi kemungkinan spesies ke-2 untuk menginfeksi tubuh, seperti bakteri di usus yang mencegah kolonisasi mikrobal lainnya. Sebaliknya, parasit yang memberi toleransi pada inang mereka akan mengurangi bahaya yang disebabkan oleh spesies lain setelah menginfeksi, seperti yang terjadi pada protozoa yang melindungi larva kupu-kupu raja dari lalat parasit.

Hasil studi terbaru tersebut menunjukkan bahwa fenomena biologis yang menakjubkan ini masih sedikit yang diketahui. Namun seiring dengan semakin banyaknya contoh perlindungan pada inang atau tubuh manusia yang ditinggali ini bisa menjelaskan bagaimana musuh bisa menjadi teman.

(ahl)

Baca Juga

Nih Rahasia di Balik Jejak Kaki Kuno yang Tertinggal

Nih Rahasia di Balik Jejak Kaki Kuno yang Tertinggal