Bagaimana Proses Terjadinya Badai Irma di AS, Nih Penjelasannya!

Bagaimana Proses Terjadinya Badai Irma di AS, Nih Penjelasannya!

(Foto: Indianexpress)

JERUSALEM - Beberapa minggu setelah badai Harvey menyebabkan kerusakan yang parah di Texas, badai Irma kembali membuat Florida menjadi berantakan. Sesungguhnya masih tersisa hampir 12 minggu sebelum badai Atlantik muncul, hal ini menimbulkan pertanyaan dari mana semua badai tersebut berasal.

Dilansir dari Sciencealert, Senin (11/9/2017), penelitian telah menunjukkan bahwa sebagian besar badai monster yang melanda Amerika Serikat dan Kanada dimulai karena pola cuaca yang berbeda di atmosfer di Afrika Barat yang secara khusus merupakan tempat di lepas pantai Pulau Cape Verde Afrika.

Faktanya, sebuah studi pada 2015 menunjukkan bahwa dengan mengamati secara seksama gangguan tropis tersebut di lepas pantai Afrika Barat, para peneliti dapat memprediksi daerah mana yang akan mengalami badai serius beberapa minggu ke depan. “Kami menemukan bahwa semakin besar daerah yang ditutupi oleh gangguan, semakin tinggi kemungkinan mereka berkembang menjadi badai selama 1 sampai 2 minggu,” ungkap pemimpin peneliti Coline Price dari Tel Aviv University di Israel.

Menariknya, badai tersebut terkait langsung dengan salah satu tempat terkering di Bumi yaitu Gurun Sahara. Interaksi antara udara kering yang panas di Sahara dan udara yang lebih sejuk dan lembab dari Teluk Guinea ke Selatan membentuk apa yang dikenal sebagai jet timur Afrika.

Dalam jet timur tersebut, gangguan atmosfer atau aktvitas badai yang dikenal sebagai gelombang tropis dapat terbentuk. Saat jet tersebut meluncur dari pantai barat Afrika melewati Cape Verde, studi 2015 menunjukkan bahwa jumlah cakupan awan pada saat itu dapat memprediksi gelombang tropis akan menjadi badai dalam 1 sampai 2 minggu kemudian.

Hal tersebut terjadi karena gelombang tropis berinteraksi dengan air ekuator hangat Atlantik saat sedang menuju barat dan memicu kolom udara lembab hangat naik dari laut. Ini menyediakan 2 dari 3 bahan yang dibutuhkan untuk membentuk badai tropis dan berubah menjadi angin topan.

Badai Irma pertama kali terlihat sebagai gangguan tropis di lepas pantai Kepulauan Tanjung Verde pada akhir Agustus, sebelum badai Atlantik yang sedang menuju Karibia dan AS. Menurut Price, hanya 10% dari 60 gangguan yang terjadi di Afrika setiap tahunnya yang berubah menjadi angin topan.

"Tidak semua badai yang terbentuk di Atlantik berasal dari Tanjung Verde, tapi ini terjadi pada sebagian besar badai besar yang berdampak pada kontinental Amerika Serikat," tambah NOAA (The National Oceanic and Atmospheric Administration). Para peneliti di seluruh dunia sekarang sedang berupaya untuk lebih mampu memprediksi gangguan mana yang layak di tonton dan melakukan antisipasi.

Price mengatakan jika para peneliti bisa memprediksi badai 1 sampai 2 minggu sebelumnya akan ada banyak kota yang bersiap menghadapi dan akan mengurangi kerugian.

(ahl)

Baca Juga

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia