Peneliti Temukan Fosil Terkecil di Dunia, Ini Rupanya!

Peneliti Temukan Fosil Terkecil di Dunia, Ini Rupanya!

(Foto: University of Bristol)

LONDON - Para peneliti menemukan jejak fosil baru yang ditinggalkan oleh beberapa organisme pertama yang mampu melakukan gerakan aktif. Jejak fosil yang ditemukan bukan sisa fisik seperti tulang atau bagian tubuh, melainkan lintasan dan liang yang ditinggalkan oleh organisme hidup.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (12/9/2017), tim peneliti menunjukkan bahwa liang ini diciptakan oleh organisme seperti nematoid. Nematoid serupa dengan cacing gelang modern yang menggunakan gerakan bergelombang untuk bergerak melalui sendimen sehingga meninggalkan jejak fosil.

Tim peneliti internasional, termasuk peneliti dari University of Manchester, Cambridge dan Institute of Geosciences di Universitas São Paulo, menemukan sekumpulan fosil baru di sendimen di wilayah Corumbá di Brasil barat, dekat perbatasan dengan Bolivia. Ukuran liang yang ditemukan hanya sebesar 1 mikrometer atau seperseribu millimeter.

Hal tersebut membuktikan bahwa makhluk yang membuatnya hanya sebesar 1 helai rambut manusia yang kisarannya antara 40 sampai 300 mikron.

"Ini adalah penemuan yang sangat menarik karena usia batuan - fosil ini ditemukan di lapisan batu yang sebenarnya - Tulis fosil hewan kompleks yang paling tua - setidaknya itulah yang diperkirakan oleh semua catatan fosil saat ini," ungkap Dr Russell Garwood, seorang peneliti dari Manchester School of Earth and Environmental Sciences.

Jejek fosil ditemukan kembali pada periode geologis dan evolusioner yang dikenal sebagai periode transmisi Ediacaran-Cambrian. Hal ini membuktikan bahwa fosil ini lebih tua dari dinosaurus yang hidup di era Mesozoikum.

Transisi Ediacaran-Kambrium dipandang sebagai periode yang sangat penting dalam ilmu pengetahuan dan teori evolusioner. "Peristiwa evolusioner selama transisi Ediacaran-Cambrian tidak ada bandingannya dalam sejarah Bumi," tambah Dr Garwood.

Tim tersebut mengatakan bahwa liang tersebut diciptakan oleh organisme mirip cacing. Untuk memvisualisasikan fosil dari organisme kecil tersebut, para peneliti menggunakan teknik yang disebut mikrotomografi sinar-X.

Teknik tersebut akan menciptakan model 3D virtual tanpa harus menghancurkan objek aslinya. Penemuan peneliti menyoroti sebuah jendela yang belum dijelajahi untuk melacak evolusi hewan dalam waktu singkat, ungkap Parry.

(ahl)

Baca Juga

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia