Keren! Ilmuwan Temukan Cara Ubah Warna Kelopak Bunga

Keren! Ilmuwan Temukan Cara Ubah Warna Kelopak Bunga

(Foto: Kenta Watanabe/US National Library of Medicine)

OSAKA - Ilmuwan Jepang telah berhasil menggunakan software pengeditan gen untuk mengubah warna kelopak bunga. Dengan menggunakan teknik CRISPR, tim peneliti mengubah bunga pada tanaman Glory Morning dari warna ungu ke putih.

Dilansir dari Dailymail, Selasa (12/9/2017), sementara para ilmuwan telah menggunakan alat untuk mengedit embrio manusia, ini adalah kasus pertama yang menggunakan sistem pengeditan tersebut pada warna tumbuhan. “Hasil ini menunjukkan bahwa teknologi CRISPR memungkinkan eksplorasi fungsi gen dalam tanaman model hortikultura,” ungkap salah satu ilmuwan.

CRISPR bekerja sebagai gunting monokuler yang secara selektif memangkas bagian genom yang tidak diinginkan dan menggantinya dengan peregangan DNA yang baru. Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti dari University of Tsukuba, Yokohama City University, dan the National Agriculture and Food Research Organization (NARO).

Dengan mengawetkan gen tunggal, dihydroflavonol-4-reduktase-B (DFR-B), yang dapat bertanggung jawab atas warna tanaman, batang, dan daun, mereka dapat mengubah warna secara khusus dan akurat tanpa mengubah bagian tanaman lainnya. Mereka menonaktifkan enzim yang dihasilkan oleh DFR-B, yang mengakibatkan tidak adanya pigmen warna pada bunga.

Mengisolasi gen yang diinginkan tanpa mempengaruhi DFR-A Dan DFR-C, yang berada tepat di sebelahnya adalah tantangan utama bagi tim peneliti. Percobaan sukses mereka berada pada 75% tanaman atau 24 dari 35 tanaman yang dilakukan percobaan.

Tanaman yang menjadi percobaan adalah tanaman jenis Glory Morning yang warna awalnya lebih gelap dan warna putih tidak muncul selama 850 tahun. Apa yang dibutuhkan alam hampir dicapai dalam waktu kurang dari 1 tahun dalam penelitian ini.

Tanaman Glory Morning biasanya ditemukan hanya berwarna ungu gelap sehingga menjadi bahan yang menarik untuk diteliti dan dilakukan percobaan. Alasan lain tim peneliti menggunakan tanaman Glory Morning Jepang atau Asagao karena tanaman ini adalah merupakan 1 dari 2 tanaman model hortikultura tradisional di Proyek BioResource Nasional di Jepang.

Selain itu, penelitian genetika ekstensif mengenai tanaman telah dilakukan. Tim tersebut memperkirakan popularitasnya juga akan membantu mereka mendidik masyarakat mengenai topik CRISPR dan pengeditan gen, yang telah semakin kontroversial di Jepang dan seluruh dunia.

Pada Juli lalu, ilmuwan AS menggunakan teknik ini untuk mengedit embrio manusia untuk pertama kalinya. Studi kontroversial ini dipandang sebagai upaya nyata pertama dalam menciptakan 'bayi perancang'.

Pengeditan gen Ini bisa menjadi peluru emas untuk mengurangi penularan penyakit seperti kanker, HIV dan kondisi genetik seperti penyakit Huntington. Namun, beberapa negara telah menandatangani sebuah konvensi yang melarang praktik tersebut berdasarkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat digunakan untuk menciptakan 'bayi perancang'.

Pengeditan embrio manusia awalnya diaplikasikan oleh para peneliti dari Oregon Health and Science University (OHSU) di Portland. Sejauh ini, terdapat 3 laporan mengenai pengeditan embrio manusia yang telah dilakukan oleh para ilmuwan di China.

(ahl)

Baca Juga

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia

Duh! Badai Dahsyat Hantam Teleskop Radio Terbesar di Dunia