Waduh! Jaringan 3G Disarankan Dimatikan, Ada Apa?

Waduh! Jaringan 3G Disarankan Dimatikan, Ada Apa?

(Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Migrasi penggunaan 2G ke 4G perlu melibatkan seluruh pihak. Tidak hanya operator, pemerintah juga bisa melakukan edukasi kepada masyarakat.

Salah satu faktor belum ditutupnya layanan 2G ialah karena masih banyak pengguna yang memakai handset 2G. Dikatakan Director of Marketing and Communication Erajaya, Djatmiko Wardoyo, penjualan perangkat yang mengandalkan jaringan 2G masih cukup banyak di Indonesia.

Dalam sebulan, jumlahnya diperkirakan bisa mencapai 200 ribuan unit dari satu brand feature phone.

Djatmiko lebih menyarankan agar yang dimatikan adalah jaringan 3G. Sebab penggunaan 2G sendiri masih dibutuhkan untuk kebutuhaan dasar seperti telefon dan SMS. Sementara untuk akses internet sudah bisa menggunakan 4G.

"Harusnya keputusan bukan migrasi dari 2G ke 3G, langsung saja ke 4G. Jadi yang sebenarnya untuk dibinasakan ialah 3G. 2G masih bisa digunakan untuk kebutuhan dasar, sedangkan 4G untuk kebutuhan internet cepat," lanjut dia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara sebelumnya mengisyaratkan kurang dari lima tahun tidak ada lagi 2G di Indonesia.

Baca juga: Menkominfo: Kurang dari 5 Tahun Jaringan 2G Bakal Dimatikan

"Kalau lima tahun sudah enggak ada 2G di Indonesia lah. Karena apa? 2019 itu harga ponsel 4G yang buatan dalam negeri ada yang Rp400-an ribu, sudah murah. Jadi enggak ada lagi, dibandingkan antara ponsel 4G (smartphone 4G) dengan yang 2G sudah enggak ada artinya, kita bicara tahun 2019-2020," kata Rudiantara.

Ia mengatakan, daya beli masyarakat meningkat dan operator fokus pada teknologi 4G. Menurutnya, pemerintah akan memutuskan menghilangkan 2G karena biaya mengirimkan data pakai 2G lebih mahal daripada 4G.

(ahl)

Baca Juga

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!

Techno of The Week: Adopsi 4G Belum Maksimal, Ini penyebabnya!