Chip Pintar Pembatas Kecepatan Kendaraan Untuk Para Remaja

Magfirah Ahdarini Sipahutar, Jurnalis · Kamis 09 Oktober 2008 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2008 10 09 55 152335 OK4ibCeB8F.jpg (foto: ist)

DETROIT - Biar lambat asal selamat. Tampaknya paham itu yang dianut Ford Motor Co. sehingga membuat mereka mengeluarkan fitur yang memungkinkan para orangtua untuk membatasi kecepatan kendaraan anak-anak mereka.

Mulai tahun depan perusahaan otomotif keempat terbesar di dunia ini akan mulai meluncurkan fitur baru di seri 2010 mereka sebagai pembatas kecepatan di kendaraan milik remaja. Fitur ini akan memasang batas maksimal 80 mph atau sekitar 130 mph dengan dukungan chip komputer sebagai kuncinya.

Selain hadir untuk membatasi kecepatan, fitur ini juga bisa meyakinkan orangtua bahwa anak-anak mereka tidak akan lupa untuk memasang sabuk pengaman selagi berkendara dan memutar lagu favorit mereka dalam batas aman. Semua tugas ini ~diemban oleh sebuah suara peringatan yang sudah diatur dan akan secara kontinu mengingatkan pengendara untuk melakukan semua kewajiban tersebut.

"Tujuan kami dengan adanya fitur ini adalah untuk menghadirkan rasa aman bagi para orangtua bahwa anak-anak mereka berkendara dengan aman," papar direktur sistem elektronik dan elektrik Ford Jim Buczkowski dalam keterangannya di Associated Press, Kamis (9/10/2008).

Inisiatif ini diambil Ford Motor Co karena mudahnya remaja di Amerika Serikat mendapatkan izin mengemudi, yaitu pada umur 16 tahun. Selain itu, adanya fakta bahwa lebih dari 5000 remaja di negara ini meninggal dalam kecelakaan mobil per tahunnya. Angka kecelakaan tersebut, baik fatal maupun tidak, merupakan 10 kali lipat dari angka kecelakaan orang-orang dewasa antara umur 30 hingga 59 tahun.

Niat baik yang diusung Ford ini didukung pula oleh sebuah badan penelitian yang turut menemukan besarnya angka kematian remaja akibat kecelakaan mobil.

"Berdasarkan penelitian yang sudah kami lakukan, mengebut menjadi faktor utama kecelakaan di kalangan remaja muda, terutama untuk mereka yang baru bisa berkendara," jelas senior vice president Insurance Institute for Highway Safety Anne McCartt.

"Maka dari itu saya menyambut baik sistem yang bisa mengoreksi kebiasaan menyetir karena berpotensi meningkatkan keamanan," tambahnya.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini