Murdoch Akan Pungut Biaya Pembaca Berita Online

Rachmatunnisa, Jurnalis · Minggu 10 Mei 2009 13:27 WIB
https: img.okezone.com content 2009 05 10 55 218248 wTIkBk8csU.jpg Foto: editorsweblog.org

WASHINGTON - Kedudukan koran Amerika sebagai penyedia berita nampaknya kian hari kian tergeser oleh keberadaan media online. Dengan semakin banyaknya media online yang bisa diakses secara gratis, orang-orang banyak beralih ke internet untuk mencari berita.

Namun kini, mengkases berita melalui situs berita online pun akan segera dibatasi. Bos besar media Rupert Murdoch mengatakan masa-masa gratis mengakses berita online milik News Corp akan segera dihapuskan.

Murdoch telah mengumumkan bahwa situs online yang tergabung dalam News Corp tidak lagi digratiskan. Dalam 12 bulan ke depan, para pengakses berita online News Corp akan dikenai biaya.

"Saat ini kita sedang berada di tengah-tengah perdebatan nilai isi berita yang sangat penting," kata Murdoch, seperti yang dikutip dari AFP, Minggu (10/5/2009).

Koran online yang tergabung dalam News Corp di antaranya adalah The Wall Street Journal, The New York Post, The Times of London, The Sun, dan The Australian.

The Wall Street Journal sendiri sebenarnya telah memberlakukan biaya langganan berita mereka. Namun dengan adanya kebijakan ini nampaknya para pemilik perusahaan media lain di Amerika akan menilai Murdoch menentang kebijakan konvensional.

(srn)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini