Calon Menristek Sesuaikan Program Kerja dengan SBY

Susetyo Dwi Prihadi, Jurnalis · Rabu 21 Oktober 2009 11:57 WIB
https: img.okeinfo.net content 2009 10 21 56 267755 dXxJMNak5Z.jpg Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) PKS Suharna Surapranata (foto: Facebook)

JAKARTA - Calon kuat Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, Suharna Surapranata tidak mau berandai-andai mengenai jabatan yang akan dipangkunya. Pasalnya, ia  belum mendapatkan konfirmasi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai pos kementerian yang akan diembannya.

"Sampai saat ini saya belum mendapat konfirmasi dari pak Presiden mengenai jabatan Menristek. Belum ada pengumuman, berarti saya masih belum bisa bicara banyak mengenai program-program ke depannya di Ristek," jelas Suharna saat berbincang dengan okezone, di Jakarta, Rabu (21/10/2009).

Namun pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan Sejahtera itu mengungkapkan bila nanti dirinya benar menjadi Menristek, hal pertama yang akan dilakukan adalah menyesuaikan program kerja yang dibuat dengan visi dan misi Presiden SBY.

"Menteri itukan tugas utamanya membantu presiden. Pokok kebijakan mengenai riset dan teknologi secara nasional dibentuk dan disesuaikan dengan program kerja Presiden SBY ke depannya," cetus pria lulusan Fakultas Matematika dan IPA Universitas Indonesia tersebut.

Ditambahkan olehnya, Presiden SBY sendiri memiliki rencana pembangunan lima tahun ke depan yang mencakup semua aspek, mulai dari pangan, energi, hingga ICT. Sehingga perlu adanya konsolidasi dengan semua stakeholder, termasuk kerja sama antar departemen, khususnya Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo).

Maka dari itu, Suharna yang juga menjabat sebagai anggota DPR periode 2009-2014 ini masih enggan berbicara lebih jauh dengan program kerjanya bila memang nantinya terpilih menjadi Menristek menggusur Kusmayanto Kadiman.

"Selain belum diumumkan secara resmi oleh presiden, program 100 hari dan jangka panjangnya pun belum diketahui. Yang penting, kita sebagai pembantu presiden mengemban amanah untuk membantu beliau," tegasnya.

(srn)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini