Grup Facebook KRL-Mania Tolak e-Ticketing

Rachmatunnisa, Jurnalis · Jum'at 13 November 2009 11:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2009 11 13 324 275177 itm9mW9mFN.jpg (Foto: Facebook)

JAKARTA - Rupanya tidak semua pengguna KRL (kereta rel listrik) setuju dengan rencana pemberlakukan sistem tiket elektronik. Komunitas pengguna KRL Jabodetabek yang menamakan diri sebagai KRL-Mania menggalang dukungan melalui Grup Facebook untuk menolak sistem eTicekting tersebut.

Melalui Grup Facebook "Solidaritas Jabodetabek Untuk KRL yang Lebih Baik" para KRL-Mania menggalang dukungan untuk menolak sistem tiket elektronik.

Dalam pantauan okezone, Jumat (13/11/2009), gerakan yang diinisiasi sejak 4 November 2009 ini telah memiliki jumlah pendukung Grup Facebook sekira 2.869 orang. Meski begitu, jumlah ini tergolong masih sangat kecil jika dibandingkan dengan pengguna KRL yang mencapai lebih dari 100 ribu orang setiap harinya.

Melalui Grup Facebook tersebut, KRL-Mania saling bertukar informasi dan menyuarakan pendapat tentang banyak hal terkait hal KRL dan tentunya mengenai rencana pemberlakuan sistem eTicketing.

Sebagian dari mereka berpendapat bahwa ada banyak hal penting yang harus menjadi prioritas ketimbang mendahulukan pemberlakuan eTicketing. KRL-Mania berharap agar pihak terkait mendengar apa yang selama ini dikeluhkan masyarakat pengguna KRL.

Anggota KRL-Mania juga khawatir proyek ini nantinya akan mubazir. Pasalnya, sistem ticketing ini sudah pernah dilaksanakan dua tahap dalam dua tahun terakhir. Pada Juli 2007, Menhub meresmikan penggunaan tiket elektronik untuk KRL jalur Serpong-Tanah Abang. Namun belum genap satu bulan, penerapan sistem ini sudah banyak masalah dan akhirnya sia-sia. Salah satu masalahnya adalah, hampir seluruh tiket yang sudah dibeli penumpang tidak dikembalikan lagi ke petugas stasiun saat keluar.

Selanjutnya, pada akhir 2008 seluruh stasiun Jabodetabek dipasang peralatan tiket elektronik, namun sampai saat ini peralatan tersebut tidak pernah digunakan dan hanya menjadi penghalang penumpang untuk keluar stasiun.

Dalam Group Facebook mereka, KRL-Mania mencantumkan tuntutan agar pengelola KRL lebih memprirotaskan hal-hal seperti masalah daya tampung KRL, keterlambatan jadwal, pemeliharaan KRL, pembenahan stasiun dan lain sebagainya.

(rah)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini